Rabu, 10 Juni 2009

Bilangan Oksidasi

Bilangan Oksidasi

Biloks menunjukkan total elektron yang dipindahkan dari unsur bebas (biloks positif) atau ditambahkan pada suatu unsur (biloks negatif) untuk mencapai keadaan atau bentuknya yang baru.

  • Oksidasi melibatkan kenaikan bilangan oksidasi
  • Reduksi melibatkan penurunan bilangan oksidasi

Dengan memahami pola sederhana ini akan mempermudah pemahaman tentang konsep bilangan oksidasi. Jika anda mengerti bagaimana bilangan oksidasi berubah selama reaksi, anda dapat segera tahu apakah zat dioksidasi atau direduksi tanpa harus mengerjakan setengah-reaksi dan transfer elektron

Biloks dari unsur bebas adalah nol. Itu karena unsur bebas belum mengalami oksidasi atau reduksi. Ini berlaku untuk semua unsur, baik unsur dengan struktur sederhana seperti Cl2 atau S8, atau unsur dengan struktur besar seperti karbon atau silikon.

HARGA BILANGAN OKSIDASI

1.

Unsur bebas Bialngan Oksidasi = 0

2.

Oksigen

Dalam Senyawa Bilangan Oksidasi = -2
kecuali

a. Dalam peroksida, Bilangan Oksidasi = -1
b. Dalam superoksida, Bilangan Oksida = -1/2
c. Dalam OF2, Bilangan Oksidasi = +2

Dalam senyawa, Bilangan Oksidasi = +1

Kecuali dalam hibrida = -1

4.

Unsur-unsur Golongan IA

Dalam Senyawa, Bilangan Oksidasi = +2

5.

Unsur-unsur Golongan IIA

Dalam senyawa, Bilangan Oksidasi = +2

6.

Bilangan Oksidasi molekul = 0

7.

Bilangan Oksidasi ion = muatan ion

8.

Unsur halogen

F

: 0, -1

Cl

: 0, -1, +1, +3, +5, +7

Br

: 0, -1, +1, +5, +7

I

: 0, -1, +1, +5, +7

  • Jumlah biloks dari semua atom atau ion dalam suatu senyawa netral adalah nol.
  • Jumlah biloks dari semua atom dalam suatu senyawa ion sama dengan jumlah muatan ion tersebut.
  • Unsur dalam senyawa yang lebih elektronegatif diberi biloks negatif. Yang kurang elektronegatif diberi biloks positif. Ingat, Fluorin adalah unsur paling elektronegatif, kemudian oksigen.
  • Tabel Beberapa unsur hampir selalu mempunyai biloks :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar