Minggu, 28 Juni 2009

Senyawa Alkohol

1.Rumus Umum

Senyawa alkohol atau alkanol dapat dikatakan senyawa alkana yang satu atom H–nya diganti dengan gugus –OH (hidroksil). Sehingga seperti terlihat pada tabel 4.1 rumus umum senyawa alkohol adalah R–OH dimana R adalah gugus alkil. Untuk itu rumus umum golongan senyawa alkohol juga dapat ditulis CnH2n+1–OH

Contoh :

Tabel 5.1

GUGUS ALKIL DAN RUMUS MOLEKUL ALKOHOLNYA

Untuk Nilai “ n “

R

Rumus Molekul Alkohol

1

CH3

CH3– OH

2

C2H5

C2H5– OH

3

C3H7

C3H7– OH

2.Tata Nama

Penamaan senyawa alkohol prinsipnya ada dua cara yaitu :

1) Dengan aturan IUPAC yaitu menggunakan nama senyawa alkananya dengan mengganti akiran “ ana “ dalam alkana menjadi “ anol “ dalam alkoholnya.

2) Dengan sistem Trivial yaitu dengan menyebutkan nama gugus alkilnya diikuti kata alkohol.

Contoh :

Tabel 5.2

CONTOH PENAMAAN ALKOHOL

Rumus Molekul

Nama IUPAC

Nama Trivial

CH3– OH

Metanol

Metil alkohol

C2H5– OH

Etanol

Etil alkohol

C3H7– OH

Propanol

Propil alkohol

C4H9– OH

Butanol

Butil alkohol

Untuk senyawa–senyawa alkohol dengan rumus struktur bercabang aturan

penamaannya adalah sebagai berikut :

a. Tetapkan rantai utama dengan cara memilih deretan C paling panjang yang mengikat gugus fungsi –OH , kemudian beri nama sesuai nama alkoholnya. (lihat tabel 5.2)

b. Pemberian nomor pada rantai utama dimulai dari ujung yang memberikan nomor terkecil bagi atom C yang mengikat gugus –OH. Langkah selanjutnya sama dengan penamaan senyawa – senyawa hidrokarbon (terdahulu) Contoh :

OH

|

a) H3C – CH – CH -CH2– CH2– CH3

|

CH2

|

CH2

|

CH3

Nama yang betul :

2. Propil 3. Heksanol

(rantai utama dipilih yang 6C bukan 7C karena jika dipilih 7C gugus –OH nya tidak ikut).

CH3

|

b) CH3– CH – CH – CH3

|

OH

Nama yang betul :

3 metil 2 butanol

bukan

2 metil 3 butanol

(ingat aturan 2)

3. Klasifikasi Alkohol

Berdasarkan jenis atom karbon yang mengikat gugus –OH, alkohol dibedakan atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier. Dalam alkohol primer gugus –OH terikat pada atom karbon primer, pada alkohol sekunder, gugus –OH terikat pada atom karbon sekunder, begitu pula pada alkohol tersier, gugus –OH terikat pada atom karbon tersier. Seperti contoh berikut:

Berdasarkan jumlah gugus fungsinya alkohol dibedakan menjadi alcohol monovalen dan alkohol polivalen.

a) Alkohol monovalen adalah alkohol yang hanya mempunyai satu gugus fungsional –OH.

Contoh :Etanol,Proponal

b) Alkohol polivalen adalah jenis senyawa alkohol yang mempunyai gugus fungsional

lebih dari satu.

Contoh|; Etandiol ,Propantriol (gliserol)

4.Sifat – Sifat Alkohol

Secara umum senyawa alkohol mempunyai beberapat sifat, sebagai berikut :

1) Mudah terbakar

2) Mudah bercampur dengan air

3) Bentuk fasa pada suhu ruang :

– dengan C 1 s/d 4 berupa gas atau cair

– dengan C 5 s/d 9 berupa cairan kental seperti minyak

– dengan C 10 atau lebih berupa zat padat

4) Pada umumnya alkohol mempunyai titik didih yang cukup tinggi dibandingkan

alkananya. Hal ini disebabkan adanya ikatan hidrogen atas molekulnya.

5.Pembuatan Alkohol

a) Metanol

Metanol adalah jenis alkohol yang bersifat racun keras, dapat menyebabkan kebutaan

dan kematian. Metanol biasanya dibuat dan campuran CO dan H2 menggunakan katalis ZnO atau Cr2O3pada suhu 4000C dan tekanan 200 atm.

b) Etanol

Berbeda dengan metanol etanol merupakan senyawa alkohol yang tidak bersifat racun.

Etanol dapat dibuat dari fermentasi karbohidrat.

6.Beberapa Reaksi Spesifik dari Alkohol

  1. Reaksi dengan logam aktif

Atom H dari gugus –OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natrium dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen. Reaksi ini mirip dengan reaksi natrium dengan air, tetapi reaksi dengan air berlangsung lebih cepat. Reaksi ini menunjukkan bahwa alkohol bersifat sebagai asam lemah (lebih lemah daripada air).

  1. Substitusi Gugus –OH oleh Halogen

Gugus –OH alkohol dapat disubstitusi oleh atom halogen bila direaksikan dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X= halogen).

Contoh:

  1. Oksidasi Alkohol

Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Oleh karena itu, etanol digunakan sebagai bahan bakar spirtus (spiritus). Reaksi pembakaran etanol, berlangsung sebagai berikut:

Dengan zat-zat pengoksidasi sedang, seperti larutan K2Cr2O7 dalam lingkungan asam, alkohol teroksidasi sebagai berikut:

  1. Alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.
  2. Alkohol sekunder membentuk keton.
  3. Alkohol tersier tidak teroksidasi.

Reaksi oksidasi etanol dapat dianggap berlangsung sebagai berikut:

Etanal yang dihasilkan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam asetat. Hal ini terjadi karena oksidasi aldehida lebih mudah daripada oksidasi alkohol.


  1. Pembentukan Ester (Esterifikasi)

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.

  1. Dehidrasi Alkohol

Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena. Pemanasan pada suhu sekitar 1300C menghasilkan eter, sedangkan pemanasan pada suhu sekitar 1800C menghasilkan alkena. Reaksi dehidrasi etanol berlangsung sebagai berikut:

7.Penggunaan Alkohol

Beberapa penggunaan senyawa alkohol dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

1) Pada umumnya alkohol digunakan sebagai pelarut.

Misal : lak dan vernis

2) Etanol dengan kadar 76% digunakan sebagai zat antiseptik.

3) Etanol juga banyak sebagai bahan pembuat plastik, bahan peledak, kosmestik.

4) Campuran etanol dengan metanol digunakan sebagai bahan bakar yang biasa dikenal

dengan nama Spirtus.

5) Etanol banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minuman keras

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar