Minggu, 28 Juni 2009

Proses Pembutan Gas Amonia Tahap 2

Tahap 2: Pemurnian Syn Gas

Konsep dasar pemurnian Syn Gas adalah menghilangkan impurities sebagai hasil dan sisa serta pengotor lainnya, yang akan mengganggu reaksi sintesa ammonia. misalnya CO2 dan CO, sehingga dapat menghasilkan syngas yang tingkat kemurnian hydrogen-nitrogennya sangat tinggi.

Sebelum ini CO yang terkandung dalam syngas telah diubah menjadi CO2. konsep dasarnya mengubah seluruh CO menjadi CO2. CO2 di remove di CO2 removal sehingga diasumsikan kandungannya kecil. Walaupun perlu juga di remove.

CO2 Removal unit disini menggunakan absorbent yang bisa menyerap CO2. tapi tidak larut/bereaksi dengan syngas yg akan dimurnikan. absorbent yang digunakan yang mengandung amin seperti aMDEA, Benfield.

Konsep dasarnya adalah:

[GAMBAR7: CO2 Removal]

konsep-co2-removal.jpg

Untuk melucuti CO2 dari Syn Gas, selain menggunakan absorbent, juga menggunakan pressure yang tinggi. Pressure yang tinggi ini dimaksudkan untuk meliquidkan CO2 sehingga kelarutannya dalam absorbent semakin besar. Selain itu juga temperature yang rendah.

Stripper digunakan untk melucuti CO2 dari absorbent sehingga absorbent bisa digunakan lagi, dan CO2 bisa digunakan sebagai bahan dasar urea. Kondisi operasi stripper berkebalikan dengan absorber. P rendah, untuk menjadikan CO2 gas, dan temperature tinggi.

Keluaran dari Absorber adlh syn gas yg kandungan CO2nya sangat kecil. tapi masih mengandung sedikit CO. yang pada akhirnya CO yang masih tersisa tersebut akan dihilangkan di methanation unit, dengan melakukan reaksi pembentukan metana dan air. Reaksi tersebut adalah reaksi kebalikan dari reaksi pembentukan hydrogen pertama yang ada digambar6 (steam reforming).

[GAMBAR8: methanation]

reaksi-methanation.jpg

kalo mau tahu ttg contoh packed bed catalystnya silahkan klik disini… *bukan maksud promosi lo yah…*

Tahap 3: sintesa ammonia

Tahap ini adalah tahap yang sangat menentukan. Mengendalikan reaksi reversible selalu memberikan pertanyaan sendiri. Inti dari tahap ini sebenarnya adalah pada reaksi sintesa amonianya. seperti yang disebut diatas reaksi yang terjadi adalah reaksi pada gambar 1. yg sangat penting untuk dijaga pada reaksi tersebut adalah :

  1. Kondisi operasi : pressure dan temperature
  2. Ratio H/N
  3. Katalis
  4. Pure dari para racun2 bersodaranya. Sulfur, CO, dan CO2

Selain itu sebenernya juga ada faktor bentuk ammonia converternya. Ada vertikal dan ada horisontal (1 buah), seri atau paralelnya (lebih dari satu buah), serta jumlah dan susunan kompartemen dalam converter tersebut. Sementara ini due masih kurang begitu menguasai perbedaan itu. Some day kalo gue udah ngerti bakalan gue update lagi ni postingan..ok?

Karena pressure dan tekanan sangat berpengaruh maka konsentrasi besar ditaruh di pengaturan tekanan. Bisa menggunakan compressor.

Yang seru juga… di dalam unit ini biasanya ada sub unit refrigerant/liguefaction yang digunakan untuk mendinginkan ammonia hingga menjadi cair dan dapat dsimpan dalam volume kecil.

selanjutnya mengenai treatment produk dan treatment buangan sebenarnya bukan inti dari pembuatan ammonia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar