Sabtu, 11 Juli 2009

Apakah Buah Merah Bisa menjadi Obat AIDS?

Klaim sebagian masyarakat Papua mengenai buah merah dapat menyembuhkan penyakit HIV tidaklah dapat diterima begitu saja. Butuh uji klinis dan penelitian untuk dapat membukti asumsi sebagian masyarakat.

Penelitian yang dilakukan Bio Kimia UI (Universitas Indonesia) dengan menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. "Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI (Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," ujar Ketua Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta.

Meski demikian Erni menyatakan butuh penelitian lebih lanjut, meski ada kesimpulan awal namun butuh penelitian lagi. Buah merah merupakan buah yang banyak tumbuh di wilayah pengunungan Papua. Itu berarti buah ini dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat Papua.

Papua merupakan daerah yang memiliki prevalensi HIV tertinggi, kemudian persoalan HIV merupakan hal yang sangat penting. Reaksi yang sangat wajar bila Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH menetapkan tahun 2009 sebagai "tahun perang" terhadap HIV/AIDS.

Para pengidap HIV di Papua sebagian besar merupakan warga yang tertular merupakan penduduk lokal dari berbagai suku di papua. Sementara, daerah dengan tingkat populasi HIV/AIDS tertinggi di Papua saat ini adalah Kabupaten Mimika dengan jumlah penderita HIV/AIDS per 31 Desember 2008 sebanyak 1.700 orang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar