Sabtu, 11 Juli 2009

Efek Penggunaan Senjata Kimia

Senjata kimia merupakan senjata yang efeknya berasal dari bahan kimia yang terdapat di dalam senjata tersebut. Bahan kimia yang digunakan untuk senjata biasanya bahan kimia beracun dan sejenisnya dimana tujuannya adalah untuk menumpas massa secara masal, membuat lawan tidak berdaya, dan dapat digunakan sebagai penyerangan musuh secara psikologis. Ada beberapa kemungkinan ancaman penggunaan senjata kimia yaitu : pada perang antar militer, perang antar negara, perang antar penduduk sipil, tindakan teroris, dll. Teknologi sistem senjata kimia relatif murah jika dibandingkan dengan teknologi pembuatan senjata nuklir, oleh karena itu bagi negara-negara berkembang senjata kimia dianggap sebagai senjata deterrent. Penggunaan senjata kimia sangat berbahaya karena efeknya dapat membunuh manusia secara massal, terjadi sangat cepat, perlu keahlian khusus dalam pendeteksiannya, serta dibutuhkan pakaian dan peralatan pelindung khusus dalam penyelamatan korban.

Sebagaimana diketahui senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun zat kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Efek destruktif senjata kimia bukan pada daya ledaknya tetapi pada sifat racunnya yang melumpuhkan syaraf, merusak sel-sel darah, mencekik pernafasan, membakar dan melepuhkan kulit, yang kesemuanya itu berujung pada kematian. Pada umumnya senjata kimia berupa gas, daya jangkaunya cukup luas, sifat racunnya dapat membunuh banyak manusia sekaligus, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan, serta merusak lingkungan hidup. Sejarah umat manusia pernah menyaksikan betapa tragis dan destruktifnya efek senjata kimia bagi manusia, antara lain, dalam Perang Dunia I, dan kamp-kamp konsentrasi Nazi dalam Perang Dunia II.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar