Sabtu, 11 Juli 2009

Luar Biasa, Anak Usia 6 Tahun Menjadi Ahli kimia

AINAN Celeste Cawley (6) dinyatakan sebagai ahli kimia termuda dunia. Sementara bocah-bocah seusianya baru akan masuk sekolah dasar, Ainan malah telah dinyatakan lulus mata pelajaran kimia bagi peringkat GCE O atau peringkat untuk anak usia 16 tahun, dari London Edexcel.

Sejak kecil, anak lelaki keturunan Melayu dan Irlandia ini, sudah memiliki minat membaca buku-buku sains khusus untuk orang dewasa di perpustakaan “Selepas membaca, dia juga banyak menggunakan Internet bagi kajian yang lebih mendalam,” kata Valentine Cawley, Ketua Jurusan Bahasa Inggris di sekolah Linguaphone Education, Singapura, seperti dikutip Berita Harian Singapura, Senin (9/4).

Meski Ainan tidak membaca buku teks peringkat itu hingga 18 Juli 2006, ia mampu meraih peringkat Kimia GCE O pada 18 Januari 2007, tepat enam bulan kemudian, di British Council, Singapura sebagai calon privat. Valentine yang jugaayah Ainan mengatakan, pada usia tiga hingga empat tahun, putranya begitu tertarik kepada struktur tiga demensi yang kompleks dan melukis bentuk-bentuk 2-dimensi sebagai permainan. Melalui minat dalam struktur abstrak ini, dia mulai mengenali bentuk molekul dan ilmu kimia.
“Bila adik-adiknya, Fintan dan Tiarnan bermain dia sibuk melukis,” kata ibunya, Syahidah Osman Cawley,seorang artis yang dapat melukis dengan kedua tangannya.

Syahidah mengatakan, Ainan belajar sendiri tentang sains melalui internet. Pada usia 6 tahun, dia diberi buku teks peringkat O, kepunyaan keluarganya, lalu membaca dan memberitahukan apa yang ia pahami kepada bapaknya. Bila diberi kertas tes dari buku kimia itu, semua jawabannya betul dan kemudian bapaknya membelikannya buku teks kimia peringkat O. Menurut rencana, Ainan akan mengambil ujian peringkat A sebelum masuk universitas sehingga cita-citanya sebagai ahli kimia termuda bisa tercapai. Dalam suatu press release tahun lalu, Valentine Cawley, mengakui ketiga anaknya tidak seperti bayi umumnya. Mereka memiliki kematangan dan pertumbuhan yang lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Selain memiliki talenta pada bidang fisika, kimia, biologi, dan astronomi, Ainan juga dikatakan memiliki bakat di bidang musik dan seni.

Bocah kelahiran 23 November 1999, ini mampu mengucapkan kata pertamanya saat berusia satu bulan. Ketika berusia 8 bulan, ia telah mengenal abjad pertama namanya, telah mengingat tanggal lahirnya sendiri. Adiknya, Fintan Nadym Cawley, lahir 25 Juni 2003, memiliki kemampauan akting yang alami. Juga memiliki bakat kepemimpinan dan jeli mendengarkan musik.

Sementara, adik bungsunya, Tiarnan Hasyl Cawley, lahir 20 Januari 2006, juga dikatakan memiliki kematangan pikiran dan kemampuan berpikir yang lebih cepat dari anak-anak seusianya. Pasangan suami-istri Valentine Cawley dan Syahidah Osman Cawley, menuliskan pengalamannya mengenai ketiga anak jeniusnya itu dalam blog berikut: www.scientific-child-prodigy.blogspot.com.

Valentine Cawley, seorang keturunan Irlandia, yang pernah hidup dengan berbagai profesi, seperti aktor, penulis, performance artist, editor, dan seorang guru. Sementara istrinya Syahidah Osman Cawley, seorang wanita keturunan Melayu, yang kesehariannya sebagai seniman, terutama yang terkait dengan aktivitas melukis (sketsa). Ia mampu melukis sama baiknya dengan menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri.(tb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar