Minggu, 05 Juli 2009

Minyak Bekas sebagai Sumber Energi Alternatif



Bisa Hemat Biaya Operasional hingga Rp 8 Juta

Berbagai cara digunakan untuk menghemat energi. Salah satunya adalah penggantian sumber daya. Pemakaian minyak bekas bisa menjad energi alternatif.

MENCIPTAKAN dan menemukan sumber energi alternatif untuk masa depan menjadi fokus para ilmuwan sejak beberapa waktu lalu. Mulai menggunakan tenaga matahari hingga bakteri. Namun, belum ada yang mengembangkan konsep recycle untuk menghasilkan energi. Hal itu coba disiasati James Peret.

Pada awalnya, ide menciptakan sebuah sumber energi dari bahan bekas pakai digagas James Peret atas keprihatinannya. Terutama pada banyaknya minyak bekas pakai yang terbuang sia-sia pada restoran-restoran siap saji.

Peret kemudian mewujudkan gagasannya itu pada sebuah alat bernama Vegawatt. Alat tersebut adalah sebuah generator yang menggunakan minyak bekas pakai sebagai bahan bakar. Bahan bekas itu diolah untuk menghasilkan listrik dan tenaga panas tambahan.

Vegawatt berbentuk mesin setinggi hampir 2 meter. Bentuknya lebih mirip lemari perkakas besar yang diletakkan di luar ruangan. Alat itu terhubung langsung dengan sistem pemanas dan listrik yang sudah ada pada restoran.

Cara kerja Vegawatt

Cara kerjanya meliputi terdiri dari empat tahap. Sebelum diubah langsung menjadi bahan bakar yang menghasilkan tenaga listrik, minyak bekas pakai dituangkan pada Vegawatt untuk melewati beberapa pembersihan dan filtrasi.

Pada tahap itu, minyak disiapkan untuk melalui pembakaran lewat metode perolehan panas dari sistem pembuangan. Setelah melalui pembersihan bertahap, minyak bekas dipindahkan pada tangki. Dari sini, tangki membagikannya pada generator diesel berkekuatan 15 ph yang telah dimodifikasi.

Panas yang dihasilkan Vegawatt bisa digunakan langsung untuk memanaskan air. Daya listrik yang dihasilkan memang belum besar. Namun, paling tidak bisa menghemat konsumsi listrik di suatu restoran atau rumah tangga.

Dari pembersihan bertahap itu, Vegawatt akan menghasilkan minyak yang benar-benar bersih. Tidak ada hasil sampingan, seperti minyak sisa hasil pembakaran, yang dapat mencemari lingkungan. Jadi, Vegawatt benar-benar menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

Vegawatt kali pertama dujicobakan pada restoran Finz di Dedham, Massachusetts. Vegawatt digunakan untuk mengubah 10 galon minyak bekas menjadi tenaga listrik berkekuatan 5 kilowatt. George Carey, pemilik restoran, mengemukakan telah berhasil menghemat biaya tagihan listrik hingga USD 800 (sekitar Rp 8 juta).

"Selama ini saya memang mencari metode-metode yang efisien, khususnya untuk penghematan biaya. Sistem Vegawatt memungkinkan untuk bisa mengurangi biaya listrik secara signifikan dan menghasilkan energi tambahan yang ramah lingkungan," ujar Carey.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar