Sabtu, 11 Juli 2009

Tumpukan Sampah = Sumber listrik

Pada dasarnya sampah itu tergolong dalam kategori biomassa (terutama sampah organik). Belakangan banyak diomongin kan? Biomassa bisa digunakan sebagai bahan bakar walaupun nilai kalornya cukup jauh di bawah bahan bakar minyak. Tapi dengan dilakukan pencampuran (dengan batubara misalnya), terbukti kalo biomassa bisa dijadikan bahan bakar alternatif masa depan. nah, kalo biomassanya sampah, gimana cara ngolahnya biar jadi energi? Inget kuliah SU II nggak? Pas Pak Heri ngejelasin tentang proyeknya soal gasifikasi? Sampah sendiri bisa dijadikan bahan bakar kompor gasifikasi (jadi kayak propan buat elpiji gt..). Lumayan cemerlang kan idenya? Kalo berhasil,yakin bisa ngurangin sampah banyak banget yang berarti bisa menghasilkan energi yang banyak juga. Apalagi bisa dibilang ini merupakan sumber energi terbarukan kan? Semester lalu, saat saya sedang group meeting penelitian di kampus saya, ada anak S2 yang penelitiannya tentang ini, dan dia rencananya memanfaatkan sampah rumah tangga. Kebayang kan betapa cara ini bisa ngurangin sampah berapa banyak? Berikut diagram alir gasifikasi biomassa (biomassanya dianggap sampah yaa) dan gasifiernya:

Diagram Proses

Bahan Bakar

Salah satu cara paling revolusioner menurut penulis, perkenalkan: PLTSa!

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) baru ada satu unit di Indonesia. Dan harusnya Bandung bangga dengan adanya teknologi ini di sana (or should i say ‘di sini’? hehe..). Yep, pembangkit listrik tenaga sampah pertama resmi dibuka akhir september kemaren. Dimana sih? PLTSa pertama ini terletak di TPA Babakan di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. PLTSa ini berkapasitas sekitar 500 kW dimana sampah yang akan diolah sekitar 30-50 ton per hari (WOW!!). Pembangunan PLTSa Babakan ini merupakan pilot project implementasi pemusnahan sampah di Indonesia dalam bentuk pembangkit listrik tenaga non-komersial. Proyek ini juga merupakan bentuk dari CSR PT PLN. Desain sistem ini sepenuhnya dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB Bandung (akhirnya kita bisa berguna juga buat masyarakat..). Adanya PLTSa ini diharapkan menjadi salah satu cara memperpanjang umur TPA di sekitar Bandung.

Kepala LPPM ITB, Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek ngomong gini soal PLTSa ini:
“Pada dasarnya PLTSa ini merupakan PLTU berbahan bakar sampah. Turbin uap yang digunakan akan berbentuk condensing type diproduksi oleh PT NTP (NUsantara Turbin dan Propulsi) sementara generatornya diciptakan oleh PT Pindad.” (Teringat sesuatu? hahaha kalo turbin uap, siklus apa yaa? hahaha..)

Sayang penulis belum mendapat gambar yang menunjukkan PLTSa ini. Namun diyakini, dengan adanya PLTSa ini, permasalahan sampah sedikit demi sedikit akan berkurang. Semoga segera tumbuh PLTSa-PLTSa yang lain di seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar