Rabu, 19 Agustus 2009

Artturi Ilmari Virtanen, biokimiawan agrikultur dan peternakan

Artturi Ilmari Virtanen, Pemenang Hadiah Nobel Kimia 1945, dilahirkan di Helsinki pada tanggal 15 Januari 1895, sebagai anak laki-laki dari Kaarlo Virtanen dan Serafiina Isotalo. Ia dididik di Classical Lyceum di Viipuri, Finlandia. Setelah selesai sekolah, ia mempelajari kimia, biologi dan fisika di Universitas Helsinki, di mana ia mendapat gelar M.Sc. pada tahun 1916 dan gelar D.Sc. tahun 1919. Kemudian ia mempelajari kimia fisika di Zurich pada tahun 1920 di bawah bimbingan G. Wiegner, belajar bakteriologi di Stockholm pada tahun 1921 dibimbing oleh Chr. Barthel, dan ilmu enzimologi di Stockholm selama 1923-1924 di bawah bimbingan H. von Euler. Sejak tahun 1923, ia tertarik pada biokimia.

Ia adalah asisten pertama Pusat Laboratorium Industri di Helsinki selama 1916-1917, sebagai ahli kimia di laboratorium Valio, Asosiasi Finnish Cooperative Daines selama 1919-1920. Pada tahun 1921, ia menjadi direktur laboratorium ini, dan pada tahun 1931 mengepalai institut Penelitian Biokimia di Helsinki. Setelah menjadi dosen kimia di Universitas Helsinki sejak tahun 1924, ia ditunjuk sebagai profesor biokimia di Institut Tekhnologi Finlandia di Helsinki pada tahun 1931, dan juga di Universitas Helsinki pada tahun 1939. Sejak tahun 1948, ia menjadi anggota dan Ketua Akademi Sains dan Seni Negara di Finlandia.

Profesor Virtanen adalah anggota Akademi Sains Finlandia, Norwegia, Swedia, Belgia, Jerman dan Roma dan Akademi Sains Rekayasa Swedia dan Denmark. Ia adalah anggota kehormatan himpunan terelajar di Finlandia, Swedia, Austria, Edinburgh dan Amerika Serikat dan memegang gelar kehormatan dari Universitas Lund di Paris, Giessen, Helsinki, dan Kampus Tekhnik Royal di Stockholm; dan Institut Tekhnologi Finlandia. Sejumlah medali dan jasa tanda kehormatan telah diberikan kepadanya dari Swedia, Finlandia, Belgia dan Italia.

Virtanen mengukuhkan kebutuhan yang mutlak akan kozimase dalam fermentasi asam laktat dan propionat, seperti pada fosforilasi gula (1924). Dalam penelitian ini, kesamaan dari dua proses fermentasi yang berbeda sebagai langkah pertama penguraian gula, menjadi semakin jelas. Bersama dengan rekanannya, ia melanjutkan percobaan fermentasi, terfokus pada mekanisme fermentasi bakteri yang berbeda, Fermentasi senyawa dioksiaseton menjadi gliserol dan asam gliserat dengan adanya fosfat, sebagai efek bakteri Coli (1929) adalah fermentasi gula yang menjelaskan proses dari awal hingga akhir. Pada penelitian ini, juga difokuskan pembentukan enzim yang adaptif, yang fenomena ini dijelaskan dalam tesis doktornya (Enzim Konstitutif dan Adaptif). Fenomena adaptasi dan hubungannya dengan pengambilan nutrisi oleh sel, masih menjadi subyek penelitian di laboratoriumnya. Konsep bahwa semua protein dalam sel bakteri adalah protein enzim, mengarah pada penelitian hubungan antara kandungan protein dan aktivitas enzim dalam sel.

Sejak tahun 1925, pengikatan nitrogen secara biologis yang terjadi pada nodul akar tanaman kacang-kacangan juga banyak diteliti dalam laboratoriumnya. Pentingnya peranan pigmen merah leghaemoglobin, dalam nodul akal yang aktif untuk pengikatan nitrogen pun terbukti saat itu.

Pembentukan vitamin dalam tanaman, seperti kemampuan tanaman untuk menggunakan senyawa nitrogen organik sebagai sumber nitrogen mereka, juga sudah banyak dipublikasikan dari dalam laboratoriumnya.

Sejak akhir tahun 1940, penguraian kimia oleh tanaman tingkat tinggi telah menjadi bahan penelitian. Sejumlah asam amino baru telah diisolasi dari tanaman yang berbeda dan dikenali secara kimiawi. Sejumlah senyawa sulfur organik, yang sangat penting untuk nutrisi manusia dan hewan, juga telah diisolasi dari tanaman dan pakan ternak.

Penerapan biokimia pada bidang agrikultur dan industri susu olahan menjadi aktivitas sehari-hari di laboratoriumnya. Di antara penelitian ini, juga pembuatan dasar teori pengawetan makanan ternak segar dan pengembangan metode terapan dengan dasar ini (metode AIV), dengan tujuan meningkatkan penggunaan hasil angan berprotein tinggi yang efektif , dan untuk menghasilkan susu yang memiliki kandungan vitamin yang sama di musim dingin seperti yang dihasilkan di musim panas. Penelitian mencapai perbaikan kualitas produk susu olahan yang juga disebut-sebut sebagai bidang penelitian terapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar