Minggu, 02 Agustus 2009

Bahaya Sinar Rdioaktif Pada Manusia

Sinar Rontgen (baca: rongsen) sering juga disebut sinar x (x-ray) ada juga yang menyebut sinar beta -1β0 (massa 0 muatan negatif 1) atau sinar elektron adalah salah satu jenis sinar radio aktif. Sinar radio aktif lainnya adalah sinar alfa 2α4 (massa 4 sma, muatan positif 4), sinar gamma 0γ4 (massa 0 sma, muatan 0), sinar netron (massa 1 muatan 0) 1η0 , sinar proton 1P1 (massa 1 sma, muatan positif 1) dan masih banyak lagi sinar radio aktif lainnya.
Sebagian sinar radio aktif dihasilkan dari pancaran (emisi) unsur-unsur radio aktif yang mengalami peluruhan. Saat ini sinar radio aktif dimanfaatkan di berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan sinar radio aktif (sinar gamma) digunakan untuk membersihkan atau mensterilkan peralatan kedokteran, sinar beta / sinar rontgen digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh pasien. Sinar I-30 digunakan untuk memeriksa kemungkinan seseorang terkena penyakit gondok atau tidak.
Sinar ini juga digunakan untuk memeriksa saraf yang mengalami penyumbatan kolesterol yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah (struk). Sinar gamma juga digunakan untuk mengobati penyakit kanker tanpa operasi. Sekarang juga sudah marak pengobatan mata tanpa operasi, dengan menggunakan sinar lasik. Dalam bidang industri makanan sinar radio aktif digunakan sebagai pengganti bahan pengawet. Dulu untuk mengawetkan makanan digunakan asam benzoat, namun karena berbahaya saat ini sudah digunakan sinar gamma untuk mensterilkan makanan dari kuman, bakteri dan virus sehingga makanan bisa lebih tahan lama. Dalam industri baja sinar gamma juga digunakan untuk memeriksa kebocoran pada logam. Dan masih banyak lagi aplikasi yang berbasis pada sinar radio aktif ini.
Yang akan saya bahas disini bukan manfaat sinar radio aktif melainkan dampak atau efek sinar radio aktif pada manusia. Radiasi sinar radio aktif ternyata sangat berbahaya karena radiasi sinar radio aktif konon dapat mengubah kinerja gen. Gen adalah bagian terkecil dari tubuh yang didesain untuk tugas yang spesifik. Gen pada setiap manusia juga mempunyai ciri yang spesifik, walaupun gen tersebut bekerja pada bagian yang sama. Misalnya gen untuk rambut Si A berbeda dengan gen untuk rambut si B. Makanya dengan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, polisi bisa menangkap seorang pelaku kejahatan hanya dari sehelai rambut yang tertinggal dilokasi kejadian.
Kembali lagi ke Gen yang kinerjanya spesifik. Gen untuk rambut kepala bekerja agar rambut bisa memanjang, berwarna hitam, keriting dan sebagainya. Gen untuk bulu mata hanya bisa memanjangkan bulu mata sampai batas tertentu (kurang dari 1 cm), lurus dan sebagainya. Gen untuk gigi akan bekerja sedemikian rupa sehingga gigi panjangnya terbatas, warnanya putih, keras dan sebagainya. Ketika seseorang terkena sinar radio aktif maka seseorang itu akan mengalami perubahan gen. Akibatnya orang tersebut bisa terkena penyakit kanker, penyakit kulit, mandul, cacat tubuh, kerusakan otak dan penyakit lainnya tergantung dari gen yang diserang.

Bayangkan jika gen yang berubah adalah gigi. Misalnya gen gigi berubah menjadi gen rambut? Maka setiap 2 hari sekali Anda harus pergi ke salon gigi untuk memangkas gigi Anda yang gondrong :)
Untuk mencegah dari effect radiasi sinar radio aktif :
  1. Gunakan headset ketika menelpon dengan menggunakan handphone
  2. Jangan melakukan pengecekan dengan sinar rontgen lebih dari sekali dalam 3 bulan
  3. Gunakan masker pada saat mengendarai motor, untuk mencegah masuknya debu zat radio aktif lewat hidung.
  4. Jangan menonton TV terlalu dekat
  5. Ada yang mau nambahin?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar