Sabtu, 03 Oktober 2009

Kandungan Kimia Pada Racun ULar

Kandungan kimia pada racun yang terdapat pada ular berbisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Neurotoksin, yaitu jenis racun yang menyerang sistem saraf. Racun jenis ini melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korbannya yang menyebabkan kematian. Jenis racun ini tidak menimbulkan rasa sakit pada gigitannya sehingga seringkali korban tidak mengetahui bahwa telah tergigit.
Contoh jenis ular yang memiliki racun neurotoksin adalah jenis elapidae seperti ular Welang dan ular Weling. Namun khusus jenis ular Kobra selain memiliki racun neurotoksin juga memikiki racun hemotoksin.
2. Hemotoksin, yaitu jenis racun yang menyerang sistem sirkulasi darah dalam tubuh, terdapat pula enzim pemecah protein (proteolytic). Akibatnya sel-sel darah akan rusak dan penggumpalan darah akan terjadi. Reaksi racun sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, beberapa menit saja korban akan merasakan sakit yang dan terasa panas yang luar biasa. Hal ini tidak seperti jenis racun neurotoksin yang tidak terasa sakit sama sekali.
Contoh jenis ular yang memiliki racun hemotoksin adalah jenis crotalidae dan viperidae.

Untuk artikel lain tentang ular bisa di klik pada bagian kategori “ular” dan tulisan lainnya akan menyusul.

1 komentar:

  1. Mas...bagaimana reaksi neurotoksin dan hemotoksin, jika bisa ular tersebut dioplos dengan air kemudian diminum sebagai obat ? Apakah sama reaksinya jika langsung masuk ke sistem peredaran darah akibat gigitan ular dengan jika masuk melalui pencernaan ? Tksh.

    BalasHapus