Sabtu, 03 Oktober 2009

Kerokan

Kerokan


Teknik kerokan yg benar

Kerokan efektif jika dilakukan pada punggung, dengan arah dari bagian tengah (ula-ula : bhs Jawa) ke bagian samping tubuh secara menyerong, shg menstimulasi titik akupunktur dengan sempurna.
Titik akupunktur berhubungan dengan kerja organ-organ tubuh, seperti sistem pencernaan, pernafasan & kekebalan.
Dengan kerokan pembuluh darah tepi yg menyempit mjd melebar, shg pengiriman oksigen & nutrisi ke otot jadi lebih baik, pembuangan asam laktat efektif, akhirnya pegal & linu hilang.

Berapa tekanan yg diberikan ke kulit yg dikerok sangan tergantung masing-masing individu, yg terpenting tidak menimbulkan luka (lecet atau berdarah).

Tdk harus menghasilkan warna merah. Warna ini disebabkan saat dikerok tjd pelebaran pembuluh darah tepi secara mendadak (reaksi lokal).

Reaksi neural timbul setelah kerokan karena merangsang titik-titik syaraf yg terhubung ke otak. Rangsangan itu membuat otak mensekresikan hormon endorfin yg meliputi -endorfin, dinorfin & enkepalin. Hormon ini memunculkan rasa nyaman, jika berada dalam darah membuat penderita merasa lebih enak & segar. Hormon ini jg mengoptimalkan fungsi paru-paru & jantung, shg penderita dpt bernafas lbh enak & lega, peredaran darah membaik.

Semua rasa yg enak ketika dikerok itulah yg menyebabkan kita ketagihan dikerok bila masuk angin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar