Senin, 20 Juli 2009

Kabohidrat

Karbohidrat adalah polihidroksidehida dan keton polihidroksil atau turunannya. Selain itu juga dsususun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum berupa CnH2nOn atau mendekati Cn(H2O)n yaitu karbon yang mengalami hidratasi. Di alam, karbohidrat merupakan hasil sintesa CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar marahari dan hijau daun (klorofil). Hasil fotosintesis ini kemudian mengalami polimerisasi menjadi pati dan senyawa –senyawa bermolekul besar lain yang menjadi cadangan makanan pada tanaman. Organisme yang dapat mensintesa makanan pada tanaman.

Penggolongan Karbohidrat
Secara alami, ada tiga bentuk karbohidrat yang penting yaitu :
1Monosakarida
2Oligosakarida
3Polisakarida

Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menkjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton

Macam-macam contoh monosakarida adalah :
1.Glukosa
Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan erring disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kea rah kanan. Di alam glukosa terdapat pada buah-buahan dan madu lebah.

2.Fruktosa
Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenya disebut levulosa. Fruktisa mempunyai rasa manis lebih dari gluosa, juga lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa

3.Galaktosa
Galaktosa jarang terdapat bebas di alam, biasanya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada glukosa dan kurang larut dalam air

4.Pentosa
Beberapa pentose yang penting adalah arabinosa, xilosa, ribose dan 2-deoksiribosa. Keempat pentose ini terdapat dalam keadaan bebas di alam. Arabinosa diperoleh dari gom arab dengan jalan hidrolisis, sedangkan xilosa diperoleh dari proses hidrolisis terhadap jerami atau kayu.

Oligosakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida.
Contoh Oligosakarida yaitu :

1.Sukrosa
Sukrosa berasal dari tebu,bit dan tumbuhan, misalnya dalam buah nanasa dan dalam wortel

2.Laktosa
Hidrolisis laktosa menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa,karena laktosa adalah suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul laktosa masih mempunyai gugus -OH gkikosidik, dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi dan mutarotasi

3.Maltose
Maltose adalah suatu disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltose mudah larut dalam air dan mempunyai rasa lebih manias daripada laktosa, tetapi kurang manis daripada sukrosa

4.Rafinosa
Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri atas tiga molekul monosakarida yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan dengan atom karbon 2 pada fruktosa. Apabila dihidrolisis sempurba, rafinosa akan menghasilkan galaktosa, glukosa dan fruktosa

5.Stakiosa
Stakiosa adalah suatu tetrasakarida stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi.
Galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa 
(stakiosa) galaktosa-galaktosa-glukosa+fruktosa
(manotriosa)

Polisakarida
Polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi, polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya adalah
1.Amilum
2.Glikogen
3.Dekstrin
4.Selulosa

Cabang Ilmu Kimia






















Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.

  • Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
  • Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
  • Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
Bidang lain antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi, fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia aliran, kimia atmosfer, kimia benda padat, kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal, kimia komputasi, kimia lingkungan, kimia organologam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia, sonokimia, teknik kimia, serta termokimia.

Destilasi Bertingkat

Distilasi

Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan perbedaan titik didih. Distilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini.

Pemisahan campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi fraksional. Prinsip distilasi fraksional dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram titik didih-komposisi (Gambar 12. 1). Dalam gambar ini, kurva atas menggambarkan komposisi uap pada berbagai titik didih yang dinyatakan di ordinat, kurva bawahnya menyatakan komposisi cairan. Bila cairan dengan komposisi l2 dipanaskan, cairan akan mendidih pada b1. Komposisi uap yang ada dalam kesetimbangan dengan cairan pada suhu b1 adalah v1. Uap ini akan mengembun bila didinginkan pada bagian lebih atas di kolom distilasi (Gambar 12.2), dan embunnya mengalir ke bawah kolom ke bagian yang lebih panas. Bagian ini akan mendidih lagi pada suhu b2 menghasilkan uap dengan komposisi v2. Uap ini akan mengembun menghasilkan cairan dengan komposisi l3.

Jadi, dengan mengulang-ulang proses penguapan-pengembunan, komposisi uap betrubah dari v1 ke v2 dan akhirnya ke v3 untuk mendapatkan konsentrasi komponen A yang lebih mudah menguap dengan konsentrasi yang tinggi.

Gambar 12.1 Diagram titik didih- komposisi larutan ideal campuran cauran A dan B. Komposisi cairan berubah dari l1 menjadi l2 dan akhirnya l3. Pada setiap tahap konsentrasi komponen B yang kurang mudah menguap lebih tinggi daripada di fasa uapnya.Contoh soal 12.1 Distilasi fraksional Tekanan uap benzen dan toluen berturut-turut adalah 10,0 x 104 N m-2 dan 4,0 x 104 N m-2, pada80°C. Hitung fraksi mol toluen dalam uap yang berada dalam kesetimbangan dengan cairan yang terdiri atas 0,6 mol toluen dan 0,4 molar benzen. Hitung fraksi mol toluen x dalam fas uap.Jawab Dengan bantuan hukum Raoult (bab 7.4(b)), komposisi uapnya dapat dihitung sebagai berikut. Jumlah mol toluen di uap /jumlah mol benzen di uap = [0,60 x (4,0 x 104)]/[0,40 x (10,0 x 104)] = 0,60.
Fraksi mol toluen di uap x adalah: x/(1 - x) = 0,60; x = 0,60 / (1,0 + 0,60) = 0,375.

Bila dibandingkan dengan komposisi cairan, konsentrasi toluen di fasa uap lebih besar menunjukkan bahwa adanya pengaruh distilasi fraksional.

Kolom distilasi yang panjang dari alat distilasi digunakan di laboratorium (Gambar 12.2) memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. Di puncak kolom, termometer digunakan untuk mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih mudah menguap A. Dengan berjalannya distilasi, skala termometer meningkat menunjukkan bahwa komponen B yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa. Wadah penerima harus diubah pada selang waktu tertentu.

Bila perbedaan titik didih A dan B kecil, distilasi fraksional harus diulang-ulang untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. Produksi minyak bumi tidak lain adalah distilasi fraksional yang berlangsung dalam skala sangat besar.

Pengertian Unsur

1. Pengertian Unsur
Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana.

Contoh :
Unsur besi tidak bisa diuraikan menjadi zat lain tetapi hanya dapat diuraikan menjadi atom besi.
Unsur besi dan atom besi adalah zat yang sejenis.

2. Unsur Logam dan Unsur bukan Logam
Unsur berdasarkan sifat-sifatnya diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu unsur logam dan bukan logam (non logam).

Unsur logam dan sifat-sifatnya
- Berwujud padat kecuali raksa (Hg)
- Dapat menghantar panas atau listrik
- Dapat ditempa menjadi bentuk plat
- Dapat dibentuk menjadi kawat
- Permukaannya mengkilat

Yang termasuk unsur logam, misalnya :
Besi lambangnya Fe
Aluminium lambangnya Al
Seng lambangnya Zn
Tembaga lambangnya Cu

3. Unsur Bukan Logam dan Sifat-sifatnya

Sifat-sifat unsur bukan logam
- Tidak dapat menghantar arus listrik (isolator)
- Permukaan tidak mengkilat kecuali unsur karbon
- Tidak dapat menghantar panas (isolator)
- Berwujud padat atau gas
- Tidak dapat ditempa menjadi bentuk plat

Yang termasuk unsur bukan logam misalnya :
Karbon lambang C
Oksigen lambang O
Hidrogen lambang H
Nitrogen lambang N
Paspor lambang P

Pengertian Campuran

Campuran adalah zat yang terbentuk dari beberapa jenis zat, yang sifat-sifat zat pembentuknya tetap (masih ada)

Contoh :
1. Larutan gula, terbentuk oleh air dan gula, sifat gulanya masih ada dalam larutan yang ditunjukkan rasa larutan manis
2.Uap kapur barus dalam udara, bau kapur barus masih bisa tercium

Campuran homogen (materi homogen)
Adalah campuran, jika batas zat-zat penyusunnya tidak nampak dan masing-masing partikel zatnya tersebar merata.
Contoh :
1. Emas 22 karat terbentuk oleh perak dan emas, tetapi logam perak dan emas tidak nampak dalam materi homogen tersebut.
2. Larutan oralit terbentuk oleh air, gula dan garam.
Pada larutan ini komponen penyusunnya tidak nampak

Materi heterogen (campuran heterogen)

Materi heterogen adalah zat yang terbentuk oleh beberapa jenis zat yang batas zat penyusunnya masih dapat dilihat atau dikenal dan sifat-sifat zat penyusunnya masih ada.

Contoh :
1. Campuran yang terbentuk oleh air dan minyak goreng.
Dalam campuran ini, minyak dan airnya dapat dilihat dengan jelas
2. Gula pasir dimasukkan kedalam gelas yang berisi air hangat, gula larut rasa larutan dibagian bawah lebih manis dari pada dibagian permukaan
3. Suatu materi terbentuk oleh semen, batu kerikil dan batu pasir. Jika materi itu dibelah, maka semen, batu pasir dan batu kerikilnya akan nampak jelas.

Cara Memisahkan Campuran Kimia

Materi yang terdapat di alam, sebagian besar terdapat sebagai campuran. Untuk memenuhi kebutuhan zat murni (zat tunggal), dengan memisahkan zat murni dari campuran dengan cara :

a. Pengayakan

b. Penyaringan (filtrasi)

c. Kristalisasi

d. Destilasi


a. Pengayakan

Adalah cara memisahkan komponen materi heterogen, berdasarkan perbedaan volumenya

Contoh : 1. Mengambil batu pasir dari materi heterogen yang terbentuk oleh batu kerikil dan batu pasir

Contoh : 2. Memisahkan/mengambil beras yang bercampur dengan katul

b. Penyaringan (filtrasi)

Filtrasi adalah cara memisahkan zat cair, zat padat yang terdapat dalam campuran heterogen.

Hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residen dan zat cair disebut filtrat.

Contoh : 1. Memisahkan santan kelapa dengan ampas menggunakan filter (saringan ) kalo

Contoh : 2. Pada PAM (Perusahaan Air Minum) sebagai bahan dasar air kali.

Pada proses awal iar kali disaring dengan filter bed, yaitu penyaring terbuat dari lapisan batu pasir merupakan yang paling atas, batu kerikil lapisan ditengah dan yang paling bawah batu besar, air hasil saringan diproses hingga menghasilkan air minum.

c. Kristalisasi

Cara misahkan komponen zat pada dan zat cair dalam materi homogen (campuran homogen), dengan cara memanaskan campuran homogen, tersebut, hingga zat padat membentuk kristal dan zat cairnya akan menguap.

Contoh : 1. Membuat garam dari air laut.

Air laut pada saat pasang dapat dialirkan kedalam tambak (bak yang besar).

Waktu air laut surut pintu tambak ditutup, air laut yang ada dalam tambak, kena panas matahari, maka air menguap, terus hingga tambah menjadi kering dan kristal garamnya tinggal dalam tambak.

Contoh : 2. Membuat gula pasir dari Nira (air tebu)

Nira dimasukkan kedalam VACUM EVAVORATOR (pesawat penguap hampa udara). Pesawat dipanasi maka air yang terdapat dalam nira menguap dengan cepat, uap air dalam pesawat dikeluarkan dari pesawat dengan cara dipompa, maka yang tinggal dalam pesawat kristal gula.

d. Destilasi

Prinsip destilasi : menguapkan materi kemudian mengembangkan kembali

Destilasi merupakan cara memisahkan komponen dari materi homogen (campuran homogen) yang didasarkan pada perbedaan titik didik atau titik cair

dari masing-masing zat yang penyusun campuran homogen.

Menurut prinsip destilasi, maka dalam proses destilasi harus menggunakan alat pemanas yang dihubungkan dengan alat pendingin.

Gambar berikut sebagai contoh gambar dari alat destilasi.

Contoh : 1. Memunirkan Alkohol

Pada industri alkohol, alkohol dihasilkan dari fermentasi latek (sisa mira tebu yang tidak bisa diproses menjadi gula pasir). Untuk mengambil alkohol yang terdapat dalam latek yang telah difermentasi dengan cara didestilasi. Latek yang mengandung alkohol ditaruh pada tempat (labu) kemudian dipanasi, maka alkohol akan menguap, uap alkohol mengalir melalui pendingin, maka uap alkohol mengembun dan cairan alkhol ditampung.

Contoh : 2. Memisahkan bensin, solar dan minyak tanah dari minyak bumi.

Pengambilan bensin, solar dan minyak tanah yang terdapat dalam minyak bumi didasar pada perbedaan titik cair masing-masing.

Unsur Baru Telah Ditemukan

Para fisikawan nuklir telah lama menspekulasi keberadaan atom-atom yang bermassa lebih berat dari yang telah ditemukan sekarang. Sayangnya, selama ini mereka tidak memiliki teknologi yang memadai untuk mensintesis atom-atom tersebut. Sampai baru-baru ini saja. Satu tim ilmuwan gabungan Amerika dan Rusia teleh menemukan dua unsur baru: unsur nomor 113 dan 115 di tabel periodik. Terobosan baru di bidang kimia ini jelas dapat memperdalam pengetahuan kita tentang sifat-sifat atom.

Elemen-elemen super berat sangat cepat mengurai ketika mereka berhasil diciptakan. Dua yang baru ditemukan, kelihatannya merupakan bagian dari jenis atom-atom yang memiliki waktu hidup yang lama. "Kita mulai memasuki daerah yang kelihatannya memiliki stabilitas yang tertunjang", kata Joshua Patin dari Lawrence Livermore National Laboratories di California, AS. Dr. Patin merupakan chief data analyst untuk proyek kerjasama ini. Dia dan para koleganya di Livermore dan ilmuwan-ilmuwan Joint Institute for Nuclear Research di Rusis menumbukkan ion-ion dengan atom-atom yang dijadikan target di cyclotron (mesin yang dapat mengakselarasi nukleus atom ke kecepatan yang sangat tinggi). Para periset tersebut membombardir unsur amerisium-243 yang radioaktif dengan kalsium-48. Mereka menembakkan 1 trilyun atom-atom kalsium per detik, dengan harapan bahwa atom-atom tersebut akan menempel satu sama lain untuk membentuk suatu yang baru. Setelah melakukan percobaan ini siang malam selama satu bulan, Patin dan kawan-kawan berhasil memproduksi empat atom untuk masing-masing dua unsur baru untuk dipelajari penguraiannya.

Unsur 115 hidup selama seperseratus ribu detik (1/100000) sebelum mengurai menjadi unsur 113 yang lantas mengurai lagi setelah bertahan selama sedetik lebih. Di dunia elemen-elemen super berat, waktu yang kedengarannya sangat singkat tersebut sebenarnya lama sekali. Penemuan ini mendukung satu teori yang mengatakan ada satu daerah yang memiliki stabilitas memadai di tabel periodik. Dan untuk satu elemen baru yang ditemukan, ada banyak isotop yang menunggu untuk ditemukan. Beberapa di antaranya mungkin sangat stabil.

Untuk selanjutnya, tim ini akan mencoba menemukan elemen 117 dan 118. "Anda dapat menganggap daerah ini di tabel periodik sebagai dearah yang penuh teka-teki," kata Patin lagi. "Kita sudah menemukan sebagian jawaban dari teka-teki itu, tapi masih banyak lagi isotop-isotop kedua unsur yang baru ditemukan yang belum dilihat."

Proses Vulkanisasi Pada Karet

Proses Vulkanisasi

Untuk mengubah sifat fisik dari karet dilakukan proses vulkanisasi. Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan plastisitas. Suhu adalah faktor yang cukup penting dalam proses vulkanisasi, namun tanpa adanya panas pun karet tetap dapat divulkanisasi.

Sejak Goodyear melakukan percobaan memanaskan karet dengan sejumlah kecil sulfur, proses ini menjadi metode terbaik dan paling praktis untuk merubah sifat fisik dari karet. Proses ini disebut vulkanisasi. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada karet alam, namun juga pada karet sintetis. Telah diketahui pula bahwa baik panas maupun sulfur tidak menjadi faktor utama dari proses vulkanisasi. Karet dapat divulkanisasi atau mengalami proses curing tanpa adanya panas. Contohnya dengan bantuan sulfur klorida. Banyak pula bahan yang tidak mengandung sulfur tapi dapat memvulkanisasi karet. Bahan ini terbagi dua yaitu oxidizing agents seperti selenium, telurium dan peroksida organik. Serta sumber radikal bebas seperti akselerator, senyawa azo dan peroksida organik.

Banyak reaksi kimia yang berhubungan dengan vulkanisasi divariasikan, tetapi hanya melibatkan sedikit atom dari setiap molekul polimer. Definisi dari vulkanisasi dalam kaitannya dengan sifat fisik karet adalah setiap perlakuan yang menurunkan laju alir elastomer, meningkatkan tensile strength dan modulus serta preserve its extensibility. Meskipun vulkanisasi terjadi dengan adanya panas dan sulfur, proses itu tetap berlangsung secara lambat. Reaksi ini dapat dipercepat dengan penambahan sejumlah kecil bahan organik atau anorganik yang disebut akselerator. Untuk mengoptimalkan kerjanya, akselerator membutuhkan bahan kimia lain yang dikenal sebagai aktivator, yang dapat berfungsi sebagai aktivator adalah oksida-oksida logam seperti ZnO.

Vulkanisasi dapat dibagi menjadi dua kategori, vulkanisasi nonsulfur dengan peroksida, senyawa nitro, kuinon atau senyawa azo sebagai curing agents; dan vulkanisasi dengan sulfur, selenium atau telurium.

Bahan-bahan tambahan

Akselerator : Hingga tahun 1900-an, vulkanisasi karet masih merupakan proses yang lambat, sehingga lebih banyak sulfur yang digunakan daripada jumlah optimumnya. Waktu curing beberapa jam, oleh karena itu dibutuhkan bahan yang mampu mempercepat proses vulkanisasi. Kalsium, magnesium atau seng oksida (akselerator anorganik) dapat mempercepat proses vulkanisasi. Industri karet mengalami perubahan besar ketika diperkenalkan akselerator organik untuk vulkanisasi. Diantaranya ialah senyawa-senyawa yang mengandung sulfur seperti tiourea, tiofenol, merkaptan, ditiokarbamat, tiuram disulfida ditambah akselerator nonsulfur seperti urea. Selain dengan cara mengawali pembentukan radikal bebas atau dengan mengikat proton, beberapa akselerator dapat bekerja dengan bantuan panas. Beberapa akselerator memerlukan aktivator dalam kerjanya.

Aktivator : Keberadaan oksida logam atau garam dari kalsium, seng atau magnesium diperlukan untuk mencapai efek penuh dari hampir semua jenis akselerator. Kelarutan dari bahan sangat penting. Oleh karena itu, oksida-oksida logam banyak digunakan bersama asam organik seperti asam stearat atau sabun dari logam yang digunakan (stearat, laurat). Disamping kebutuhan akan aktivator, dengan akselerator seperti merkaptobenzotiazol, adanya oksida logam menjadi sangat penting dalam menentukan jenis reaksi ikatan silang yang terjadi. Ikatan yang terbentuk adalah jembatan ion yang kuat yang terbentuk ketika vulkanisasi.

Bahan Pengisi (filler) : Vulkanisat dengan komposisi karet, sulfur, akselerator, aktivator dan asam organik relatif bersifat lembut. Nilainya dalam industri modern pun relatif rendah. Untuk memperbaiki nilai di industri perlu ditambahkan bahan pengisi. Penambahan ini meningkatkan sifat-sifat mekanik seperti tensile strength, stiffness, tear resistance, dan abrasion resistance. Bahan yang ditambahkan disebut reinforcing fillers dan perbaikan yang ditimbulkan disebut reinforcement. Hanya sedikit bahan pengisi yang bersifat memperbaiki satu atau dua sifat karet alam. Sementara yang lainnya melemahkan vulkanisat pada satu atau dua sifat. Bahan tersebut dikenal sebagai inert fillers. Kemampuan filler untuk memperbaiki sifat vulkanisat dipengaruhi oleh sifat alami filler, tipe elastomer dan jumlah filler yang digunakan. Komposisi kimia dari filler menentukan kemampuan kerja dari filler. Karbon hitam adalah filler yang paling efisien meskipun ukuran partikel, kondisi permukaan dan sifat lain dapat dikombinasikan secara luas. Sifat elastomer juga turut menentukan daya kerja dari filler. Bahan yang baik untuk memperbaiki sifat karet tertentu, belum tentu bekerja sama baiknya untuk jenis karet lain. Peningkatan jumlah filler menyebabkan perbaikan sifat vulkanisat. Karbon hitam adalah satu-satunya bahan murah yang dapat memperbaiki ketiga sifat penting vulkanisat yaitu tensile strength, tear resistance dan abrasion resistance.

Kevlar Sebagai Bahan Rompi Anti Peluru

Rompi anti-peluru adalah pakaian pelindung untuk meminimalkan cidera karena terkena peluru. Biasanya dipakai oleh personil militer dan polisi dalam tugas-tugas tertentu. Bahan untuk rompi anti-peluru diantaranya logam (baja atau titanium), keramik atau jenis polimer yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap bagian-bagian vital pemakainya.

Rompi ini melindungi pemakainya dengan cara menahan laju peluru. Peluru dihentikan sebelum berpenetrasi ke dalam tubuh. Ketika rompi menahan penetrasi peluru, dorongan dari peluru direduksi dengan menyebarkan momentumnya ke seluruh tubuh. Pemakai tetap akan merasakan energi kinetik dari peluru, hal ini dapat menyebabkan luka memar, bengkak atau luka dalam yang cukup serius.

Salah satu polimer yang dikembangkan sebagai bahan rompi anti-peluru modern adalah kevlar. Kevlar dikenal juga sebagai twaron dan poli-parafenilen tereftalamida, yaitu suatu serat sintetik yang kekuatannya lima kali kekuatan tembaga, dengan berat yang sama. Kevlar sangat tahan terhadap panas dan terdekomposisi di atas 400 oC tanpa meleleh. Kevlar ditemukan oleh perusahaan DuPont pada awal 1960-an, hasil kerja dari Stephanie Kwolek. Kevlar merupakan merk dagang yang terdaftar oleh E.I. de Pont de Nemours and Company.

Sifat-sifat

Kevlar adalah salah satu tipe aramida, yang terdiri dari rantai panjang polimer dengan orientasi paralel. Aramida sendiri merupakan suatu serat sintetik yang berupa rantai panjang poliamida sintetik dengan paling sedikit 85 persen sambungan amidanya menempel secara langsung pada dua rantai aromatik (gugus amida dan gugus aromatik berselang-seling). Kekuatan kevlar diperoleh dari ikatan hidrogen intra-molekuler dan interaksi tumpukan aromatik-aromatik antar lembaran. Interaksi-interaksi ini lebih kuat daripada interaksi Van der Waals yang terdapat dalam polimer-polimer sintetik lain dan serat-serat seperti dyneema (serat yang terbuat dari rantai polietilena yang sangat panjang, yang tersusun searah). Keberadaan garam-garam dan impuritis lain, biasanya kalsium, dapat mengganggu interaksi pada lembaran polimer dan harus dihilangkan dalam proses produksi. Kevlar terdiri dari molekul-molekul yang relatif rigid, yang membentuk struktur seperti lembaran-lembaran datar pada protein sutra.

Dari sifat-sifat tersebut diperoleh serat dengan kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap panas.

Kevlar mempunyai gugus-gugus bebas yang dapat membentuk ikatan hidrogen pada bagian luarnya, sehingga dapat mengabsorp air dan mempunyai sifat ‘basah’ yang baik. Hal ini juga menjadikannya terasa lebih alami dan ‘lengket’ dibandingkan dengan polimer pada umumnya, seperti polietilen.

Kelemahan utama dari kevlar adalah dapat terdekomposisi pada kondisi basa atau ketika terpapar klorin. Meskipun dapat mendukung tensile stress yang besar, kevlar tidak cukup kuat di bawah tekanan kompresif. Untuk mengatasi masalah ini, kevlar sering digunakan secara bersama dengan bahan yang kuat terhadap tekanan kompresif.

Produksi

Kevlar disintesis dari monomer 1, 4-fenildiamin (para-fenilendiamin) dan tereftaloil klorida. Hasilnya adalah polimer aromatik amida (aramida) dengan cincin benzena dan gugus amida yang berselang-seling. Dengan langkah produksi ini, diperoleh lembaran polimer yang tergabung secara acak. Untuk membuat kevlar, bahan-bahan dilarutkan dan diaduk, menghasilkan rantai polimer yang berorientasi membentuk serat.

Kevlar berharga mahal karena sulitnya pemakaian asam sulfat pekat dalam produksinya. Kondisi yang ekstrim ini dibutuhkan untuk menjaga ketaklarutan polimer yang tinggi dalam larutan selama sintesis dan pengadukan.

Bahan anti-peluru lain yang dikembangkan setelah kevlar diantaranya DSM's Dyneema, Akzo's Twaron, Toyobo's Zylon (yang kontroversial, studi terbaru melaporkan, bahan ini terdegradasi dengan cepat sehingga pemakainya tidak terlindungi seperti yang diharapkan), atau Honeywell's GoldFlex - semuanya merupakan merk dagang. Bahan-bahan yang baru ini lebih ringan, tipis, dan lebih tahan dibanding kevlar, namun harganya lebih mahal. (Dari berbagai sumber).

Berkenalan Dengan Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818 (Wikipedia.com). Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.

H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.

Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O) dan panas. Reaksi dekomposisi eksotermis yang terjadi adalah sebagai berikut:

H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol

Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah:

1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin
2. Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn
3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC (dalam range temperatur 20-100oC)
4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)
5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya
6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi
7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek

Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat pengelantang atau bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB).

Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi. Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun saat ini di Indonesia sudah terdapat beberapa pabrik penghasil hidrogen peroksida seperti PT Peroksida Indonesia Pratama, PT Degussa Peroxide Indonesia, dan PT Samator Inti Peroksida, tetapi kebutuhan di dalam negeri masih tetap harus diimpor.

Bahaya DDT Pada Makhluk Hidup

Pada bulan Juli 1998, perwakilan dari 120 negara bertemu untuk membahas suatu pakta Persatuan Bangsa Bangsa untuk melarang penggunaan DDT sebagai insektisida dan 11 bahan kimia lainnya secara global pada tahun 2000. Amerika Serikat dan negara-negara industri lain menyetujui pelarangan ini karena bahan-bahan kimia ini adalah senyawa kimia yang persisten dimana senyawa-senyawa ini dapat terakumulasi dan merusak ekosistem alami dan memasuki rantai makanan manusia. Namun banyak negara tidak setuju dengan pelarangan DDT secara global karena DDT digunakan untuk mengkontrol nyamuk penyebab malaria. Malaria timbul di 90 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan merupakan penyebab kematian dalam jumlah besar terutama daerah ekuatorial Afrika.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 2.5 juta orang tewas setiap tahun akibat malaria dan ini kian terjadi di berbagai belahan dunia. Namun karena DDT begitu efektif dalam mengontrol nyamuk penyebab malaria, banyak ahli berpikir bahwa insektisida menyelamatkan lebih banyak jiwa dibandingkan bahan kimia lainnya.

DDT diproduksi secara massal pada tahun 1939, setelah seorang kimiawan bernama Paul Herman Moller menemukan dengan dosis kecil dari DDT maka hampir semua jenis serangga dapat dibunuh dengan cara mengganggu sistem saraf mereka. Pada waktu itu, DDT dianggap sebagai alternatif murah dan aman sebagai jenis insektisida bila dibandingkan dengan senyawa insektisida lainnya yang berbasis arsenik dan raksa. Sayangnya, tidak seorangpun yang menyadari kerusakan lingkungan yang meluas akibat pemakaian DDT.

Sebagai suatu senyawa kimia yang persisten, DDT tidak mudah terdegradasi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Ketika DDT memasuki rantai makanan, ini memiliki waktu paruh hingga delapan tahun, yang berarti setengah dari dosis DDT yang terkonsumsi baru akan terdegradasi setelah delapan tahun. Ketika tercerna oleh hewan, DDT akan terakumulasi dalam jaringan lemak dan dalam hati. Karena konsentrasi DDT meningkat saat ia bergerak ke atas dalam rantai makanan, hewan predator lah yang mengalami ancaman paling berbahaya. Populasi dari bald eagle dan elang peregrine menurun drastis karena DDT menyebabkan mereka menghasilkan telur dengan cangkang yang tipis dimana telur ini tidak akan bertahan pada masa inkubasi. Singa laut di lepas pantai California akan mengalami keguguran janin setelah memakan ikan yang terkontaminasi.

Seperti yang terlihat pada diagram, DDT (diklorodifeniltrikloroetana) adalah senyawa hidrokarbon terklorinasi. Tiap heksagon dari struktur ini terdapat gugus fenil (C6H5-) yang memiliki atom klor yang mengganti satu atom hidrogen. Namun, perubahan kecil pada struktur molekularnya dapat membuat hidrokarbon terklorinasi ini aktif secara kimia.

Dengan memanipulasi molekul DDT dalam cara ini, kimiawan berharap untuk mengembangkan suatu insektisida yang efektif namun ramah lingkungan, dimana senyawa in akan mudah terdegradasi. Namun disaat bersamaan, para peneliti sedang menyelidiki cara lain untuk mengkontrol populasi nyamuk. Salah satu caranya adalah penggunaan senyawa menyerupai hormon yang menyebabkan nyamuk mati kelaparan, hingga dapat mengurangi populasinya hingga dapat mengurangi penyebaran malaria.

Proses Pembuatan Batubara

Pembentukan Batubara

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batubara disebut dengan istilah pembatubaraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:

Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.

Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

Kelas dan Jenis Batubara


Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batubara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
  • Antrasit adalah kelas batubara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
  • Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batubara yang paling banyak ditambang di Australia.
  • Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
  • Lignit atau batubara coklat adalah batubara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
  • Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.
Materi Pembentuk Batubara

Hampir seluruh pembentuk batubara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batubara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
  1. Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batubara dari perioda ini.
  2. silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batubara dari perioda ini.
  3. Pteridofita, umur Devon Atas hingga KArbon Atas. Materi utama pembentuk batubara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
  4. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batubara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
  5. Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
Umur Batubara

Pembentukan batubara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batubara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batubara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.

Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batubara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di pelbagai belahan bumi lain.

Struktur Asam Amino dan Zwitter Ion

Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.

Gambar Struktur asam α-amino, dengan gugus amina di sebelah kiri dan gugus karboksil di sebelah kanan







Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.

Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.

Asam amino dalam bentuk tidak terion (kiri) dan dalam bentuk zwitter-ion.




Karena asam amino memiliki gugus aktif amina dan karboksil sekaligus, zat ini dapat dianggap sebagai sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya dipengaruhi oleh gugus-R yang dimiliki). Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik, gugus amina pada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi, –NH3+), sedangkan gugus karboksilnya menjadi bermuatan negatif (terdeprotonasi, –COO-). Titik isolistrik ini spesifik bergantung pada jenis asam aminonya. Dalam keadaan demikian, asam amino tersebut dikatakan berbentuk zwitter-ion. Zwitter-ion dapat diekstrak dari larutan asam amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya. Kebanyakan asam amino bebas berada dalam bentuk zwitter-ion pada pH netral maupun pH fisiologis yang dekat netral.

Asam Amino dan Protein

Asam amino merupakan unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. Protein tersusun dari atom C, H, O, dan N, serta kadang-kadang P dan S. Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein.

struktur molekul asam amino

Gambar 1. Struktur molekul asam amino

Dari struktur umumnya, asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya, yaitu gugus amino dan gugus karboksil, yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut, senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi. Asam amino juga bersifat amfoter, yaitu dapat bersifat sebagai asam dan memberikan proton kepada basa kuat, atau dapat bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat.

Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama, gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya, yang bervariasi dalam struktur, ukuran, muatan listrik, dan kelarutan dalam air. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya.

Melalui reaksi hidrolisis protein telah didapatkan 20 macam asam amino yang dibagi berdasarkan gugus R-nya, berikut dijabarkan penggolongan tersebut : asam amino non-polar dengan gugus R yang hidrofobik, antara lain Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin, Prolin, Fenilalanin, Triptofan dan Metionin. Golongan kedua yaitu asam amino polar tanpa muatan pada gugus R yang beranggotakan Lisin, Serin, Treonin, Sistein, Tirosin, Asparagin dan Glutamin. Golongan ketiga yaitu asam amino yang bermuatan positif pada gugus R dan golongan keempat yaitu asam amino yang bermuatan negatif pada gugus R. Dari ke-20 asam amino yang ada, di bagi 2 Jenis asam amino:

a.asam amino essensial yaitu asam amino yang dibutuhkan tubuh tetapi tidak dapat disintesis dalam tubuh
contoh:arginin,histidin,leusi,isoleusin,metionin,fenilalanin,threonin,triptofan,valin,lisin.

b.asam amino nonesensial yaitu asam amino yang dapat disintesis dalam tubuh manusia.
contoh:alanin,glisin,asam glutamat, prolin,serin,sistein,aspartat,hidroksi prolin,tiroksin.

Reagen Penguji Kandungan Makanan


Jenis reagen penguji kandungan makanan:

A.Karbohidrat:
1.Uji Mollisch menunjukkan adanya karbohidrat secar umum
2.Uji Benedict menunjukkan adanya gula pereduksi.
3.Uji Fehling menunjukkan adanya gugus aldehida
4.Uji Tollens menunjukkan adanya gugus aldehida

B.Protein
1.Uji Biuret menunjukkan adanya ikatan peptida
2.Uji Xantoproteat menunjukkan adanya gugus fenil atau inti benzena
3.Uji Millon menunjukkan adanya gugus fenol
4.Uji Belerang menunjukkan adanya belerang dalam protein

C.Lipida
Lipida merupakan gliserida antara gliserol dan asam lemak sejenis atau berlainan. Lipida dikelompokkan menjadi 3 yaitu trigliserida sebagai sumber energi, fosfolipida sebagai membran sel dan steroid sebagai bahan baku pembuatan garam-garam empedu dan hormon.Steroid dalam tubuh manusia dikenal sebagai kolesterol.

Soal Kimia Atom

PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT !

1. Elektron adalah partikel bermuatan negatif yang terdapat dalam segala jenis atom. Penemunya adalah:
a. Thomson
b. Goldstein
c. Rutherford
d. Bohr
e. Maxwell

2. Dalam model atom Rurtherford didapati hal berikut, kecuali:

a. jari-jari atom sekitar 10-8 cm
b. jari-jari inti sekitar 10-13 cm
c. sebagian besar atom terdiri atas ruang hampa
d. massa atom terpusat pada intinya
e. muatan atom tersebar di sekeliling inti atom

3. Salah satu kelemahan tentang model atom Rutherford adalah:

a. atom mempunyai inti yang masif
b. di luar inti atom ada elektron-elektron
c. jumlah muatan positif inti sama dengan jumlah muatan negatif elektron
d. elektron bergerak melingkar dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengatasi gaya tarik inti
atom
e. elektron suatu saat akan bergabung dengan inti atom disebabkan kehabisan energi karena beradiasi

4. Kelemahan teori atom Niels Bohr adalah:

a. tidak dapat menjelaskan spektra unsur polielektron
b. bertentangan dengan hukum fisika klasik (Maxwell)
c. tidak dapat menentukan posisi elektron dengan pasti
d. bertentangan dengan teori atom Dalton bahwa atom-atom suatu unsur khas
e. tak dapat menentukan perubahan energi perpindahan elektron dalam atom

5. Pernyataan yang benar mengenai teori atom Bohr adalah:

a. Bohr menyatakan bahwa elektron bergerak menurut lintasan lingkaran
b. Bohr menerima bahwa elektron dalam lintasannya akan kehilangan energi
c. Bohr menentang bahwa elektron dalam lintasannya mempunyai energi tertentu dan tetap selama dalam lintasan
d. Bohr menolak anggapan bahwa elektron dapat berpindah dari lintasan yang energinya lebih tinggi ke lintasan yang energinya lebih rendah atau sebaliknya
e. Bohr menyatakan bahwa elektron dapat berpindah dari lintasan yang energinya lebih tinggi
ke lintasan yang energinya lebih rendah dengan menyerap energi

6. Pada percobaan Goldstein diketemukan:

a. partikel bermuatan positif
b. partikel bermuatan negatif
c. partikel tidak bermuatan
d. a dan b benar
e. a, b, dan c benar

7. Partikel sinar positif kelak dikenal sebagai berikut:

a. proton
b. pembawa sifat molekul unsur
c. berbeda-beda jenisnya
d. a dan b benar
e. a, b, dan c benar

8. Pernyataan teori atom Dalton yang salah adalah:

a. dapat menjelaskan daya gabung unsur-unsur
b. tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi
c. pembagian/pembelahan suatu materi bersifat diskontinyu
d. atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur yang bersifat sama dengan unsur itu
e. atom merupakan unit terkecil dari suatu unsur yang terlibat dalam suatu reaksi

9. Anggapan Dalton tentang atom ialah:

a. kumpulan partikel sejenis
b. bagian terkecil dari suatu materi
c. materi yang terdiri dari sejenis unsur
d. partikel yang terdiri dari proton dan elektron
e. partikel bermuatan positif yang tidak dapat dibagi lagi

10. Model atom Thomson mengembangkan gagasan tentang:

a. partikel materic. sifat listrik materie. pemancaran energi
b. inti atom
c. sifat listrik materi
d. tingkat energi dalam atom
e. pemancaran energi

11. Pada percobaan tabung sinar katode didapati:

a. partikel sinar katode bergantung pada jenis elektrode atau gas
b. sinar merambat tegak lurus dari permukaan anode menuju katode
c. radiasi partikel terdiri atas partikel-partikel kecil
d. sinar dibelokkan ke kutub selatan dalam medan magnet
e. sinar dibelokkan ke kutub negatif dalam medan listrik

12. Sir Humphry Davy menemukan bahwa udara menjadi penghantar listrik jika:

a. tekanan rendah
b. suhu tinggi
c. suhu rendah
d. tekanan tinggi
e. tegangan listrik rendah

13. Pada percobaan tabung pengawa muatan didapati tabung berpijar dengan cahaya yang warnanya bergantung:

a. jenis tabung
b. jenis gas
c. jenis elektrode
d. a dan b benar
e. b dan c benar



14. Suatu bukti bahwa sinar katode merupakan radiasi partikel ialah pada percobaan "tabung

pengawa muatan":

a. dalam medan magnit listrik, sinar dibelokkan arahnya
b. kincir dalam tabung itu dapat berputar
c. sinar katode bergerak menuju anode
d. a. b, dan c benar
e. a dan c benar

15. Pernyataan berikut ini yang benar sesuai model atom Thomson adalah:

a. atom merupakan materi bermuatan positif
b. di luar atom tersebar elektron-elektron
c. disebut juga model roti kismis
d. a, b, dan c benar
e. a dan c benar

16. Hal yang benar mengenai penemuan proton adalah:

a. proton ditemukan di luar inti atom oleh Rutherford
b. proton ditemukan sebagai sinar positif oleh Goldstein
c. proton didapatkan oleh Thomson dari tabung sinar katode
d. proton ditemukan bersamaan dengan penemuan isotop oleh Chadwick
e. dipakai nama proton karena merupakan partikel yang pertama (=protos) yang ditemukan
dalam atom

17. Suatu unsur dengan bilangan massa 31, mempunyai 3 kulit elektron, dan 5 elektronvalensi,

maka partikelnya:

a. 16 proton, 15 neutron, dan 3 elektron
b. 15 proton, 16 neutron, dan 16 elektron
c. 15 proton, 15 neutron, dan 15 elektron
d. 16 proton, 15 neutron, dan 16 elektron
e. 15 proton, 16 neutron, dan 15 elektron



18. Diketahui dalam inti atom mangan terdapat 25 proton dan 30 neutron. Elektron-elektron

mangan itu terdistribusi pada kulit berturut-turut adalah:

a. 2, 8, 13, 2e. 2, 8, 18, 18, 9
b. 2, 8, 8, 7
c. 2, 8, 18, 18, 8, 1
d. 2, 8, 18, 27
e. 2, 8, 18, 18, 9

19. Di antara unsur-unsur berikut, unsur yang mempunyai elektronvalensi terbesar adalah:

a. 4Be
b. 7N
c. 11Na
d. 14Si
e. 20Ca

20. Unsur Ca2+ dengan no. Atom 20 nomor massa 40 mempunyai:

a. 20 proton, 20 elektron, dan 20 neutron
b. 20 proton, 22 elektron, dan 20 neutron
c. 20 proton, 18 elektron, dan 20 neutron
d. 20 proton, 20 elektron, dan 18 neutron
e. 20 proton, 20 elektron, dan 22 neutron

21. Bedanya antara isotop C-12 dan C-13 adalah:

a. satu elektron
b. satu protone. satu elektron dan satu neutron
c. satu neutron
d. satu elektron dan satu proton
e. satu elektron dan satu neutron

22. Boron mempunyai dua isotop yang stabil yaitu 19% B-10 dan sisanya B-11. Massa atom

relatif boron adalah:

a. 9,8
b. 10,0
c. 10,2
d. 11,0
e. 10,8

23. Atom yang mempunyai 6 elektronvalensi adalah unsur dengan nomor atom:

a. 2
b. 4 c.
c. 8
d. 14
e. 18

24. Jumlah elektronvalensi yang terdapat pada unsur 20Ca2+ adalah:

a. 1
b. 2
c. 3
d. 8
e. 10

25. Jumlah elektron terbesar pada kulit terluar terdapat pada unsur dengan nomor atom:

a. 4
b. 7
c. 10
d. 11
e. 12

Soal SIFAT KOLIGATIF

Pilihan Ganda

1. Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah:
a. Na2CO3 0,3M
c. glukosa 0,8M
e. CuSO4 0,2M
b. CH3COOH 0,5 M
d. Mg(NO3)2 0,2M

2. Garam NH4Cl yang dilarutkan dalam air akan terjadi larutan yang:
a. titik didih pelarutnya lebih tinggi daripada titik didih larutannya
b. titik beku pelarutnya lebih rendah daripada titik beku larutannya
c. tekanan uap jenuh pelarut murninya lebih rendah daripada tekanan uap jenuh larutannya
d. tekanan osmotik pelarutnya lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya
e. pH pelarutnya lebih besar daripada pH larutannya

3. Harga kenaikan titik didih molal (Kb) bergantung pada:
a. jumlah g zat terlarut dalam 1 L larutan
b. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L larutan
c. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L pelarut
d. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g larutan
e. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut

4. Sifat koligatif larutan ialah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh:
a. banyaknya partikel zat terlarut
d. massa jenis larutan
b. jenis partikel zat terlarut
e. warna zat pelarut
c. banyak sedikitnya larutan

5. Titik didih larutan CaCl2 0,01 molal dan titik didih larutan glukosa (C6H12O6) 0,03 molal adalah sama, karena:
a. keduanya bukan elektrolit
b. keduanya adalah nonelektrolit
c. keduanya adalah elektrolit kuat
d. jumlah partikel yang ada dalam kedua larutan sama banyak
e. derajat ionisasi CaCl2 3x lebih besar daripada derajat ionisasi glukosa

6. Larutan A mempunyai tekanan osmotik lebih besar daripada larutan B, maka larutan A terhadap larutan B disebut:
a. isotonik
b. hipotonik
c. hipertonik
d. supertonik
e. monotonik


7. Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling rendah adalah:
a. Na2CO3 0,3M
c. glukosa 0,8M
e. CuSO4 0,2M
b. CH3COOH 0,5 M
d. Mg(NO3)2 0,2M

8. NaCl 1m artinya:
a. 1 mol NaCl dalam 1000 g pelarut
d. 1 g NaCl dalam 1 L larutan
b. 1 mol NaCl dalam 1000 g larutan
e. 1 g NaCl dalam 1 L larutan
c. 1 mol NaCl dalam 1 L larutan

9. Zat yang dilarutkan dalam suatu pelarut akan terjadi larutan yang:
a. titik didih pelarut lebih rendah daripada titik didih larutannya
b. titik beku pelarut lebih tinggi daripada titik beku larutannya
c. tekanan uap jenuh pelarut murni lebih tinggi daripada tekanan uap jenuh larutannya
d. tekanan osmotik pelarut lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya
e. massa jenis pelarut lebih besar daripada massa jenis larutannya

10. Di antara larutan berikut ini yang mengandung jumlah partikel terbanyak:
a. AlCl3 0,2M
c. NaCl 0,3M
e. C6H12O6 0,3M
b. Ba(NO3)2 0,1M
d. CO(NH2)2 0,2M

II. ESSAY
1. Diketahui tekanan uap jenuh air pada p dan t tertentu = 20 mmHg. Berapa tekanan uap jenuh larutan 10,4 g BaCl2 dalam 540 g air pada p dan t yang sama ?

2. Larutan satu molar elektrolit biner dalam air menunjukkan penurunan titik beku 2,046 C° . Jika penurunan titik beku molal air 1,86 C°, massa jenis larutan 1,125 g/mL dan massa molekul relatif elektrolit 125, hitunglah derajat pengionan elektrolit tersebut ! 3. Sebanyak 3,6 g suatu zat nonelektrolit dilarutkan dalam air sampai volume larutan = 200 mL. Tekanan osmotiknya = 15,2 cmHg. Jika pada suhu yang sama 1 L gas NO yang tekanannya 38 cmHg beratnya = 15 g, berapakah Mr zat non-elektrolit tersebut ?


3. Diketahui tekanan uap jenuh air pada p dan t tertentu = 20 mmHg. Berapa tekanan uap jenuh 100mL larutan 0,1 mol suatu asam lemah bervalensi satu dalam 88,2 g air pada p dan t yang sama? Ka = 1 x 10-7.

Soal Kalor Reaksi/ Entalpi Reaksi

1. Pada reaksi C(s) + O2(g) -----> CO2(g); Hr = -94,1 kkal/mol. Dalam hal ini pernyataan yang tidak sesuai adalah:
a. Hf CO2(g) = -94,1 kkal/mol
b. 1 mol C(s) + 1 mol O2(g) -----> 1 mol CO2(g), dibebaskan kalor sebesar 94.1 kkal
c. Energi ikatan CO2(g) = +94,1 kkal/mol
d. Hr = Hf CO2(g) - Hf C(s) + Hf O2(g)
e. Hc C(s) = -94,1 kkal/mol

2. Pada percobaan panas reaksi, jika 1,5 L gas CO2 direaksikan dengan 100 mL Ca(OH)2 0,5M, terjadi perubahan suhu dari 30°C menjadi 35°C. Bila 1 mol gas CO2 = 30 L, massa jenis larutan = 1 g/mL dan kalor jenis larutan = 1 kal/g °C, maka kalor yang dibebaskan adalah:
a. 1,0 kkal/mol
c. 1200 kal/mol
e. 10 kkal/mol
b. 2,4 kkal/mol
d. 20 kkal/mol

3. Jika diketahui energi ikatan rata-rata H-H, O=O, H-O, berturut-turut adalah 104 kkal/mol, 119 kkal/mol, 110 kkal/mol, maka perubahan entalpi pada pembentukan 18 g air adalah: (Ar H = 1, O = 16)
a. -184,5 kkal
b. -113 kkal
c. -56,5 kkal
d. -28,3 kkal
e. -3 kkal

4. Diketahui: kalor pembakaran C6H12O6 = +2820 kJ, kalor pembakaran C2H5OH = +1380 kJ.
Kalor reaksi pada fermentasi 90g glukosa menurut reaksi; C6H12O6 --------> 2C2H5OH + 2CO2 adalah:
a. -30 kJ
b. +30 kJ
c. -720 kJ
d. +7200 kJ
e. -2100 kJ

5. Pada percobaan panas reaksi, jika 0,15 L gas CO2 direaksikan dengan 100 mL Ca(OH)2 0,05M, terjadi perubahan suhu dari 30°C menjadi 35°C. Bila 1 mol gas CO2 = 30 L, massa jenis
larutan = 1 g/mL dan kalor jenis larutan = 1 kal/g °C, maka kalor yang dibebaskan adalah:
a. 0,1 kkal/mol
c. 0,5 kkal/mol
e. 100 kkal/mol
b. 0,24 kkal/mol
d. 2 kkal/mol

6. Perubahan entalpi reaksi berikut ini yang merupakan perubahan entalpi pembentukan standar (H°f) adalah:
a. C(g) + ¼S8(g) -----> CS2(g)
d. C(g) + 2S(g) -----> CS2(g)
b. C(s) + 2S(s) -----> CS2(l)
e. jawaban b dan c benar
c. C(s) + 2S(s) -----> CS2(g)

7. Energi reaksi berikut ini yang merupakan energi ikatan ialah:
a. 2H(g) + O(g) ----> H2O(l)
d. H2(g) + ½O2(g) ---> H2O(l)
b. 2H(g) + O(g) ---> H2O(g)
e. OH-(aq)+ H+(aq) --->H2O(l)
c. 2H2(g) + O2(g) -----> 2H2O(g)

8. Pada pemanasan air dengan lampu spiritus akan dihitung banyaknya kalor pembakaran metanol (CH3OH), Mr metanol = 32. Untuk itu digunakan 50 mL air yang suhunya 25°C, dipanaskan
selama lima menit hingga suhu akhir 55°C. Diketahui kalor jenis air = 4,2 J/g°C. Jumlah spiritus yang terpakai dalam pemanasan itu adalah 8 g. Kalor pembakaran metanol itu adalah:
a. 12,6 kJ/mol
c. 50,4 kJ/mol
e. 504 kJ/mol
b. 25,2 kJ/mol
d. 100,8 kJ/mol

9. Pada reaksi 10 g logam natrium dalam air terbentuk natrium hidroksida dan hidrogen serta dibebaskan kalor sebesar 18.800 kal. Pada reaksi 5 g bubuk natrium oksida dalam air terbentuk
natrium hidroksida dan dibebaskan kalor sebesar 5100 kal. Jika kalor pembentukan H2O(l) 68400 kal, maka kalor pembentukan natrium oksida adalah:
a. 218,12 kkal
c. 81,32 kkal
e. 16,4 kkal
b. 91,64 kkal
d. 36,2 kkal

10. Pada reaksi gas hidrogen dan gas klor dibebaskan kalor sebanyak 37 kJ. Jika diketahui Hf HCl = -92,5 kJ/mol, maka banyaknya HCl yang terbentuk pada reaksi tersebut adalah:
a. 7,3 g
b. 14,6 g
c. 29,2 g
d. 36,5 g
e. 73 g

11. Diketahui reaksi CH3- CO-- H + H2 ------> CH2-CH2-OH. Jika energi ikatan C=O = 173 kkal/mol, H-H = 104,2 kkal/mol, C-O = 85 kkal/mol, C-H = 99,3 kkal/mol, dan O-H = 110,6 kkal/mol, maka perubahan entalpi reaksi itu adalah:
a. - 4,9 kkal
b. -14,3 kkal
c. -17,7 kkal
d. -32 kkal
e. -42,5 kkal

12. Jika diketahui energi ikatan rata-rata C-H = 99,3 kkal/mol dan energi ikatan rata-rata C-C = 83,1 kkal/mol dan kalor pembentukan atom-atom gas C dan H dari unsur-unsurnya masing-masing -173,0 dan -52,1 kkal/mol, maka entalpi pembentukan propana (dalam kkal/mol) adalah:
a. -16,1
b. -24,8
c. -26,1
d. -31,1
e. -36,1

Soal Asam-Basa

1. Konsentrasi ion OH- dalam larutan H2SO4 0,005 N adalah:
a. 2,5 x10-3M
b. 5 x 10-3M
c. 10-12M
d. 10-2M
e. tidak ada

2. Jika zat di bawah ini konsentrasinya 1 M, maka yang pH nya paling tinggi:
a. NaHSO4
b. NH4Cl
c. HCl
d. (NH4)2SO4
e. CH3COONa

3. Hidrolisis tidak terjadi pada garam yang terbentuk dari:
a. asam lemah + basa lemah
d. asam kuat + basa kuat
b. asam kuat + basa lemah
e. asam sangat lemah + basa sangat lemah
c. asam lemah + basa kuat

4. Pernyataan yang benar di antara pernyataan berikut ini adalah:
a. NH4OH merupakan basa kuat karena mudah larut dalam air
b. NaOH merupakan basa pekat karena mudah larut dalam air
c. Larutan HCl merupakan asam kuat karena akan terion sempurna
d. H2SO4 merupakan basa lemah karena sukar terion dalam larutannya
e. Larutan CH3COOH merupakan asam lemah karena sukar larut dalam air

5. Harga tetapan kesetimbangan air dapat berubah oleh:
a. penambahan asam
c. perubahan tekanan
e. penambahan garam
b. penambahan basa
d. perubahan suhu

6. Harga pH suatu asam akan dipengaruhi oleh faktor berikut ini, kecuali:
a. derajat ionisasinya
c. konsentrasinya
e. jenis pelarutnya
b. Ka nya
d. volumenya

7. Dalam kesetimbangan asam-basa, umumnya dipakai air sebagai pelarut. Pernyataan yang salah jika air ditambahkan asam atau basa pada suhu tetap:
a. harga Kw tetap tidak berubah
b. harga Kw berubah, karena pH berubah
c. kesetimbangan air akan bergeser
d. larutan basa akan mengurangi [H+] dalam air, karena Kw tetap
e. larutan asam akan mengurangi [OH-] dalam air, karena Kw tetap

8. Pada larutan asam fosfat 0,1M ; jika diketahui K1 = 5.9 x 10-3 , K2 = 6,3 x 10-8, dan K3 = 4,4 x 10-13, pernyataan yang salah adalah:
a. [H+]3 = [PO43-]
b. Ka = K1 x K2 x K3
c. [H+] ={ [asam] x K1}½
d. dari data itu pengaruh K2 dan K3 tidak berarti
e. [H+] bisa dianggap hanya berasal dari kesetimbangan yang pertama

9. Larutan garam amonium asetat dapat dihitung [H+] nya dengan rumus:
a. [H+] = (Kw)½.[g]/Kb
d. [H+] = (Kb)½.Ka/Kw
b. [H+] = (Kb)½.[g]/Kw
e. [H+] = (Kb)½/Kw.Ka
c. [H+] = (Kw)½.Ka/Kb

10. Larutan penyangga dapat terjadi sebagai berikut, kecuali:
a. asam lemah + basa sangat lemah berlebih
d. asam kuat + basa lemah berlebih
b. asam sangat lemah + basa lemah berlebih
e. asam lemah berlebih + basa kuat
c. asam sangat lemah berlebih + basa lemah

11. pH larutan yang tidak terpengaruh oleh konsentrasi garamnya adalah:
a. (NH4)2CO3
b. NH4Cl
c. NaCl
d. a dan b benar
e. a dan c benar

12. HCl + H2O -------> H2O+ + Cl-, berdasarkan konsep Bronted-Lowry, zat yang merupakan asam sangat kuat adalah:
a. HCl
b. H2O
c. H3O+
d. Cl-
e. tidak ada

13. Molekul atau ion yang dapat bersifat amfiprotik menurut teori Bronsted -Lowry adalah:
a. PO43-
b. HCO3-
c. NaOH
d. HCl
e. H3O+

14. NH3 + HCl ------> NH4Cl, pernyataan yang salah berdasarkan teori Lewis:
a. NH3 adalah basa karena dapat mengikat H
b. NH3 adalah basa karena sebagai akseptor proton
c. NH3 adalah basa karena sebagai donor proton
d. NH3 adalah basa karena sebagai akseptor elektron
e. NH3 adalah basa karena sebagai donor elektron

II. ESSAY

1. Larutan asam fosfat 0,1 N mempunyai pH = 3 - log 3. Derajat ionisasi asam
tersebut adalah 3%. Berapa K1 asam itu ?

2.Hitunglah!
a. berapa L HCl 0,2 N yang harus ditambahkan supaya pH larutan
menjadi 5 ?
b. berapa mL HCl 0,2 N yang harus ditambahkan lagi supaya pH
larutan menjadi 4 ?

3. Apakah yang dimaksud dengan kapasitas larutan penyangga? Jelaskan!

4. Diketahui pH CH3COOH 0,1M = 3. Hitung derajat pengionan asam itu !


5. Hitung pH larutan yang terjadi dari 100 ml Ca(OH)2 0,02 N dengan 400 ml HNO3 0,01 N !

Soal Kimia Karbon

MULTIPLE CHOICE

[1]. Senyawa 2-metil butanal berisomer dengan:
a. dietileter;
b. etil isopropil eter;
c. 3-pentanol;
d.3-metil 2-butanol;
e. dietil keton.

[2]. Nama senyawa CH3-CH2-COO-CH2-CH2-CH3adalah:
a. propana etana karboksilat;
b. propana etilkarboksilat;
c. etil propil karboksilat;
d. propilpropanoat;
e. propil etanoat.

[3]. Nama senyawa CH3-CH(CH3)-CH(COOH)-CH3yang tidak tepat berikut ini adalah:
a. 2,3-dimetilbutanoat;
b. 2,3-dimetil butirat;
c. 2,3-dimetilpropana karboksilat;
d. 2-metil butana 3-karboksilat;
e.3-metil butana 2-karboksilat.

[4]. Senyawa berikut ini yang tidak dapat berisomeradalah:
a. eter dengan alkohol;
b. alkanal dengan alkanon;
c. alkanoat dengan ester;
d. alkana dengan sikloalkana;
e. alkena dengan sikloalkana.

[5]. Oksidasi suatu alkohol menghasilkan 3-metil butanal. Alkoholtersebut adalah:
a. CH3-(CH2)2-CHOH-CH3;
b. CH3-C(CH3)2-CH2OH;
c. CH3-(CH2)3-CH2OH;
d. (CH3)2-CH-CH2-CH2OH;
e. CH3-CH2-CHOH-CH2-CH3.

[6]. Dari nama senyawa-senyawa berikut yang menunjukkan penamaanyang salah adalah:
a. 2,2-dimetil propana;
b. 3,4-dimetil2-heksanol;
c. 2,3-dimetil pentanal;
d. 2,3-dietil butana;
e.3,3-dimetil 2-butanon.

[7]. Etil asetat berisomer dengan senyawa berikut ini, kecuali:
a. butanoat;
b. metil propanoat;
c. propil metanoat;
d. etil etana karboksilat;
e. 2-metil propanoat.

[8]. Dietil eter dapat dihasilkan dari reaksi:
a. etanoldengan asam sulfat pekat;
b. etanol dengan etanoat;
c.oksidasi 2-butanon;
d. oksidasi 2-butanal;
e. oksidasi2-butanol.

[9]. Suatu senyawa dengan rumus molekul C4H10Omempunyai sifat mudah terbakar, tak dapat dioksidasi, dan denganasam asetat terbentuk ester, maka senyawa tersebut adalah:
a.n-butanol;
b. n-butanal;
c. n-butanon;
d. dietil eter;
e. tersier butil alkohol.

[10]. Penamaan senyawa CH3-CHO(CH3)-CH2-CH3seperti berikut (1) etil isopropil eter, (2) 2-etoksi propana,(3) 2-propoksi etana, (4) etil sekunder propil eter. Penamaanyang benar semuanya terdapat pada: a. 1,2,3,4;
b. 1,2,4;
c. 1,2,3;
d. 1,3,4;
e. 2,3,4.

[11]. Reaksi yang terjadi dari alkanol + alkanoat + H2SO4pekat adalah:
a. ester;
b. etena;
c.dietil eter;
d. dietil keton;
e. alkil alkana sulfat.

[12]. Pada reaksi metil alkohol + asam salisilat, ditambahkanH2SO4 pekat yang maksudnya adalah: a.mengikat air yang terjadi;
b. menggeser kestimbangan reaksi;
c. supaya teroksidasi;
d. mencegah oksidasi;
e. a dan b benar.

[13]. Senyawa yang dapat bereaksi membentuk yodoform denganlarutan I2 dan NaOH adalah:
a. alkanal;
b.alkanol;
c. alkanon;
d. a dan b benar;
e.a, b, dan c benar.

[14]. Senyawa yang dengan pereaksi Tollen akan membentuk cerminperak ialah:
a. formalin;
b. metil alkohol;
c. aseton;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[15]. Senyawa yang dengan pereaksi Fehling akan membentuk endapanmerah bata adalah:
a. metanal;
b. metanol;
c. propanon;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[16]. Pernyataan yang tepat mengenai larutan Fehling adalah:
a. Fehling A terdiri dari CuSO4, Fehling B terdiridari NaOH dan kalium natrium tartrat;
b. Fehling A terdiridari CuSO4 dan NaOH, Fehling B terdiri dari kaliumnatrium tartrat;
c. Fehling A terdiri dari CuSO4dan kalium natrium tartrat, Fehling B terdiri dari NaOH;
d. Fehling A terdiri dari NaOH dan Cu2O, Fehling B terdiridari NaOH dan kalium natrium tartrat;
e. Fehling A terdiridari Cu2O, Fehling B terdiri dari NaOH dan kalium natriumtartrat;

[17]. Suatu senyawa karbon, dengan K2Cr2O7dan H2SO4 pekat dapat teroksidasi, tetapitidak dapat membentuk endapan merah bata dengan pereaksi Fehling,maka senyawa itu kemungkinan adalah:
a. matanal;
b. metanol;
c. etil alkohol;
d. asetaldehida;
e.aseton.

[18]. Pereaksi Tollen bersifat sebagai berikut:
a. oksidator,mengandung garam perak dalam larutan amonia berlebih;
b.oksidator, mengandung CuO dalam larutan kalium natrium tartrat;
c. reduktor, mengandung garam perak dalam larutan amoniaberlebih;
d. reduktor, mengandung CuO dalam kalium natriumtartrat;
e. reduktor, mengandung senyawa perak dan CuOdalam NaOH.


[19]. Berikut ini campuran senyawa yang merupakan oksidatorkuat yang sering dipakai untuk mengoksidasi senyawa karbon ialah:
a. K2Cr2O7 + H2SO4;
b. KMnO4 + H2SO4;
c.pereaksi Tollen;
d. pereaksi Fehling;
e. a dan b benar.

ESSAY

[1]. Tuliskan dua macam reaksi yang dapat menghasilkan pentanon!

[2]. Gambarkan rumus bangun (struktur) semua isomer yang rumuskimianya C3H8O, tuliskan pula masing-masingnamanya !

[3]. Tuliskan reaksi yang terjadi pada: (a). metanal denganpereaksi Fehling; (b). asetaldehida + NaOH(aq)+I2(KI aq); (c). demetil keton + NaOH(aq)+ I2(KI aq); (d). etil alkohol + NaOH(aq)+ I2(KI aq); (e) formalin dengan pereaksi Tollen;(f). butil alkohol dengan K2Cr2O7+ H2SO4.

Soal Reaksi Elektrokimia

MULTIPLE CHOICE

[1]. Serbuk ZnO + H2O, diberi beberapa tetes pp, maka akan terjadi:
a. larutan berwarna merah ungu, karena terbentuk basa Zn(OH)2;
b. larutan berwarna merah ungu, karena terbentuk asam H2ZnO2;
c. larutan yang tidak berwarna, karena bersifat basa;
d. tidak bereaksi, karena ZnO mudah larut dalam air;
e. tidak bereaksi, karena ZnO tidak larut dalam air.

[2]. Cu(OH)2 dapat terjadi dari reaksi:
a. CuO(s) + H2O;
b. CuSO4(aq) + NaOH(aq);
c. CuO(s) + NaOH(aq);
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[3]. Serbuk MnO2 dalam HCl akan terjadi:
a. tidak bereaksi karena MnO2 merupakan oksida indiferen;
b. tidak bereaksi karena MnO2 merupakan oksida amfoter;
c. tidak bereaksi karena MnO2 merupakan oksida asam;
d. tidak bereaksi karena MnO2 merupakan oksida basa;
e. bereaksi membentuk MnCl4 + H2O.

[4]. Cairan hasil campuran serbuk CaO dengan air + 1 tetes indikator pp, ketika ditiup dengan udara pernafasan terajdi hal berikut ini, kecuali:
a. warna larutan merah berubah menjadi tidak berwarna, larutan mengeruh kemudian bening kembali;
b. warna larutan tidak berubah, larutan mengeruh kemudian bening kembali;
c. warna larutan merah berubah menjadi tidak berwarna, larutan mengeruh atau mengendap, tidak dapat larut lagi;
d. endapan putih tidak larut;
e. endapan putih berubah menjadi merah.

[5]. Logam yang dengan HCl akan menghasilkan gas, dan dengan api gas itu akan meletup adalah:
a. Mg;
b. Fe;
c. Zn;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[6]. Gas hidrogen dapat dihasilkan dari reaksi seng dengan larutan:
a. NaOH;
b. HCl;
c. HNO3;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[7]. Logam Cu akan menghasilkan gas berwarna kuning-coklat dengan:
a. asam nitrat;
b. asam klorida;
c. asam sulfat;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[8]. Reaksi berikut ini yang menghasilkan endapan logam lain adalah:
a. Fe + CuSO4;
b. Cu + FeSO4;
c. Zn + NaOH;
d. a dan b benar;
e. a, b, dan c benar.

[9]. Reaksi berikut ini akan menghasilkan endapan garam, kecuali:
a. Ba(OH)2(aq) + H2SO4(aq);
b. CaCl2(aq) + H2SO4(aq);
c. CaCl2(aq) + Na2CO3(aq);
d. BaCl2(aq) + Na2CO3(aq);
e. Ba(OH)2(aq) + HCl(aq).

[10]. Pada reaksi antara Na2SO3 + HCl , gas yang terjadi diperiksa dengan keratas saring yang dibasahi dengan larutan K2Cr2O7 + H2SO4. Pernyataan berikut ini yang benar adalah :
a. gas tidak berbau, kertas saring menjadi hijau;
b. gas berbau menyengat, kertas saring menjadi hijau;
c. gas berwarna kuning-coklat, kertas saring menjadi tidak berwarna;
d. gas berbau amoniak, kertas saring menjadi biru;
e. gas tidak berwarna, kertas saring menjadi tidak berwarna.

ESSAY

Tuliskan reaksi dan perubahan warna yang terjadi pada:
(a). ZnO(s) + NaOH(aq);
(b). air kapur + gas CO2 berlebih;
(c). SO2 + K2Cr2O7 + H2SO4.

Soal Kimia Lingkungan

MULTIPLE CHOICE

[1]. Zat yang paling tepat digunakan untuk penjernihan air pada proses pengolahan air minum adalah:
(a). alum;
(b). tawas;
(c). terusi;
(d). karbon aktif;
(e). ijuk.

[2]. Salah satu bagian dalam proses pengolahan air minum adalah pemancaran air ke udara yang maksudnya sebagai berikut, kecuali:
(a). menghilangkan sisa gas klor;
(b). mempertinggi DO;
(c). menghilangkan gas beracun yang terlarut;
(d). mempertinggi BOD;
(e). membunuh bakteri anaerob.

[3]. Hal yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan air ialah sebagai berikut, kecuali:
(a). sampah plastik;
(b). pupuk sintetis;
(c). detergen unbiodegradable;
(d). mikroorganisme tanah;
(e). zat-zat racun.

[4]. Pada pengaliran air minum ke rumah penduduk di Indonesia, terlebih dahulu kandungan CO2nya diturunkan, hal ini disebabkan atau dimaksudkan:
(a). mencegah korosi dalam pipa ledeng;
(b). menurunkan kesadahan;
(c). CO2 menjadikan air tidak segar rasanya;
(d). CO2 dalam air bersifat racun;
(e). menaikkan pH menjadi sekitar 7.

[5]. Air sadah adalah:
(a). air yang mengandung garam-garam mineral;
(b). air yang mengandung garam kalsium dan atau garam magnesium;
(c). air keras seperti asam klorida dan asam nitrat atau asam sulfat;
(d). air yang mengandung garam-garam sulfat;
(e). air kotor, banyak mengandung lumpur.

[6]. Air sadah sementara bersifat sebagai berikut, kecuali:
(a). kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan;
(b). kesadahannya dapat dihilangkan dengan penambahan zat kimia pelunak;
(c). merugikan karena dapat menyebabkan pengerakan pada ketel;
(d). menjadikan sabun busanya berlimpah-limpah;
(e). racun, tidak boleh untuk keperluan minum.

[7]. Air sadah tetap dapat dihilangkan kesadahannya dengan:
(a). pemanasan;
(b). natrium karbonat;
(c). karbon aktif;
(d). tawas;
(e). batu kapur.

[8]. Jika di dalam air terdapat banyak bakteri maka air itu:
(a). kesadahannya tinggi;
(b). DO nya rendah;
(c). berwarna kuning kecoklatan;
(d). pH nya rendah;
(e). kandungan mineralnya tinggi.

[9]. Salah satu usaha untuk mencegah pencemaran tanah oleh limbah rumah tangga ialah:
(a). mengklasifikasikan sampah
(b). mendaur ulang sampah;
(c). menggunakan detergen yang biodegradable;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[10]. Prinsip pelunakan air (mengilangkan kesadahan air ) ialah:
(a). mengendapkan garam-garam kalsium dan atau magnesium;
(b). menghilangkan kandungan karbonat atau bikarbonat;
(c). melarutkan endapan dalam air sebagai garam bikarbonat;
(d). menambahkan kandungan oksigen ke dalam air;
(e). membunuh bakteri patogen yang ada di dalam air.

[11]. Prinsip kerja zat pengawet dalam mengawetkan makanan ialah sebagai:
(a). desinfektan;
(b). oksidator;
(c). antioksidan;
(d). mencegah reaksi kimia;
(e). menaikkan pH.

[12]. Pernyataan berikut ini adalah benar, kecuali:
(a). natrium sulfit dapat mencegah kerusakan makanan kalengan dari mikroba;
(b). asam benzoat dapat mengawetkan sari buah kalengan;
(c). natrium benzoat untuk mengawetkan daging dan ikan;
(d). bht untuk mengambil alih proses oksidasi makanan kalengan;
(e). sakarin untuk pengawet sirop.

[13]. Zat additif yang digunakan sebagai pengganti kerusakan pada proses pengolahan makanan antara lain:
(a). vitamin A,D,E.K pada susu;
(b). CMC pada es krim;
(c). tartrazine pada mentega;
(d). NaI pada garam dapur;
(e). dulsin pada minyak goreng.

[14]. Zat additif yang berpengaruh buruk dan telah dilarang penggunaannya pada makanan adalah:
(a). boraks;
(b). formalin;
(c). msg;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[15]. Zat aditif yang digunakan untuk menambah kekentalan (texture) ialah:
(a). CMC;
(b). NaI;
(c). xylitol;
(d). FCF;
(e). sakarin.

[16]. Berikut ini zat aditif yang digunakan sebagai penyedap adalah:
(a). msg;
(b). kafein;
(c). asam tanin;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[17]. Zat aditif yang ditambahkan pada mentega antara lain:
(a). vitamin A,D,E,K;
(b). BHT dan BHA;
(c). CMC;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[18]. Aditif yang merupakan pemanis sintetis adalah:
a). sukrosa;
(b). laktosa;
(c). fruktosa;
(d). bit;
(e). aspartam.

[19]. Zat aditif yang biasa dipakai untuk membuat buah dalam koktail menjadi renyah (garing) adalah:
(a). CaCl2;
(b). Ca(OH)2;
(c). CuSO4;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[20]. Zat aditif yang tanpa sadar bisa terdapat pada makanan antara lain adalah:
(a). residu pestisida;
(b). obat-obatan, hormon;
(c). kafein;
d). a dan b benar;
(e). a, b dan c benar.

[21]. Zat pencemar (polutan) berupa gas yang dapat merusak lapian ozon adalah:
(a). freon (CFC);
(b). CO2 kadar tinggi;
(c). CO dan CO2;
(d). NO dan NO2;
(e). SO2 dan SO3.

[22]. Pencemaran air dapat terjadi karena berkembang biaknya eceng gondok yang disebabkan oleh pemakaian:
(a). pupuk buatan;
(b). deterjen;
(c). pupuk alam;
(d). a dan b benar;
(e). a, b, dan c benar.

[23]. Berikut ini yang bukan termasuk jenis pestisida adalah:
(a). antasida;
(b). insektisida;
(c). fungisida;
(d). herbisida;
(e). rodentisida.

[24]. Pupuk berikut ini berguna untuk memperkokoh tubuh tanaman, membantu pembentukan protein dan karbohidrat, kecuali:
(a). urea dan ZA;
(b). NPK dan KP;
(c). ES, DSP, dan TSP;
(d). a dan b benar;
(e) a, b, dan c benar.

[25]. Berlainan dengan pupuk buatan, pupuk alam banyak mengandung:
(a). zat organik;
(b). zat anorganik;
(c). unsur mikro;
(d). unsur makro;
(e). zat anorganik dan unsur makro.

ESSAY

1. Jelaskan proses sederhana dalam pengolahan air untuk minum! Tuliskan semua reaksi dan fungsi penambahan zat! Buat gambarnya!

2. Apa yang kamu ketahui mengenai msg (kepanjangannya, rumus kimia, pengaruh buruknya) !

3. Tuliskan reaksi-reaksi yang terjadi pada pelunakan air sadah tetap dan sementara!

Soal Kimia Larutan 3

1. Harga kenaikan titik didih molal bergantung pada:
a. jumlah g zat terlarut dalam 1 L larutan
b. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L larutan
c. jumlah mol zat terlarut dalam 1 L pelarut
d. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g larutan
e. jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut

2. Di antara larutan berikut ini yang mengandung jumlah partikel terbanyak:
a. AlCl3 0,2M
c. NaCl 0,3M
e. C6H12O6 0,3M
b. Ba(NO3)2 0,1M
d. CO(NH2)2 0,2M

3. Sifat koligatif larutan ialah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh:
a. banyaknya partikel zat terlarut
d. massa jenis larutan
b. jenis partikel zat terlarut
e. warna zat pelarut
c. banyak sedikitnya larutan

4. Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah:
a. Na2CO3 0,3M
c. glukosa 0,8M
e. CuSO4 0,2M
b. CH3COOH 0,5 M
d. Mg(NO3)2 0,2M

5. Titik didih larutan CaCl2 0,01 molal dan titik didih larutan glukosa (C6H12O6) 0,03 molal adalah sama, karena:
a. keduanya bukan elektrolit
b. keduanya adalah nonelektrolit
c. keduanya adalah elektrolit kuat
d. jumlah partikel yang ada dalam kedua larutan sama banyak
e. derajat ionisasi CaCl2 3x lebih besar daripada derajat ionisasi glukosa

6. Garam NH4Cl yang dilarutkan dalam air akan terjadi larutan yang:
a. titik didih pelarutnya lebih tinggi daripada titik didih larutannya
b. titik beku pelarutnya lebih rendah daripada titik beku larutannya
c. tekanan uap jenuh pelarut murninya lebih rendah daripada tekanan uap jenuh
larutannya

Soal Kesetimbangan 2

1. Tentukan Kc reaksi kesetimbangan berikut ni:

a. H2O (g) + CO (g)<----------->H2 (g) + CO2 (g)

b. SnO2 (s) + H2 (g) <-----------> Sn (s) + H2O (g)

c. N2O4 (g)<----------->2 NO2 (g)

d. Ca(HCO3)2 (s) <-----------> CaO(s) + H2O(g) + 2CO2 (g)

2. Ditentukan kesetimbangan :

Ag + (aq) + Fe 2+ (aq)<-----------> Ag (s) + Fe 3+ (aq)

a. Kearah mana pergeseran kesetimbangan jika pada suhu tetap ditambhkan AgNO3

b. Kearah mana pergeseran kesetimbangan jika pada suhu tetap ditambahkan air?

c. Ke rah mana pergeseran kesetimbangan jika pada suhu tetap ditambahkan larutan NaCl

3. Pada suhu tertentu diketahui reaksi

N2 (g) + O2 (g)<-----------> 2 NO (g) dengan Kc = 9, dan

NO2 (g)<-----------> NO(g) + O2 (g) , dengan Kc = 15,

tetukan Kc reaksi berikut :

NO2 (g) <-----------> ½ N2 (g) + O2 (g)

4. Sebanyak 8 mol gas ammonia dibiarkan terurai sesuai dengan persamaan reaksi :

NH3 (g)<-----------> N2 (g) + 3H2 (g)Jika pada keadaan setimbang terdapat 10 mol gas total dan tekanan total gas 5 atm, tetukan Kp.

5. Diketahui 1 mol gas HCl dibiarkan terurai sesuai dengan persamaan reaksi :

2HCl (g)<-----------> H2 (g) + Cl2 (g)

Jika tetapan kesetimbangan Kc = 4, tetukan persentase HCl terurai