Sabtu, 12 Februari 2011

Yuan Tseh Lee, Peraih Nobel Bidang Kimia 1986

Yuan Tseh Lee dilahirkan pada tanggal 19 November 1936 di Hsinchu, Taiwan. Dia memulai pendidikannya ketika Taiwan berada dalam kependudukan Jepang sebagai hasil perang antara Cina dan Jepang pada tahun 1894. Pendidikan tingkat dasarnya berakhir setelah pecah Perang Dunia II yang pada waktu itu seluruh penduduk mengungsi ke daerah pegunungan untuk menghindari pengeboman yang dilakukan oleh sekutu. Setelah perang selesai dan Taiwan kembali ke Cina, dia dapat mengikuti pendidikan sekolah secara normal sebagai siswa kelas tiga sekolah dasar.

Pada tahun 1955, dia diterima di National Taiwan University dan setelah selesai sebagai mahasiswa tahun pertama dia memutuskan untuk mempelajari kimia. Tesis B.S.-nya adalah mempelajari pemisahan Sr dan Br dengan menggunakan elektroforesis kertas. Pada tahun 1959, dia berangkat ke National Tsinghua University untuk mempelajari radioisotop alami yang terkandung dalam Hukutolite. Dia memulainya sebagai asisten peneliti yang sedang melakukan penelitian mengenai penentuan struktur tricyclopentadienyl samarium dengan menggunakan sinar X. Pada tahun 1962, dia diterima di University of California di Berkeley untuk melakukan penelitian pada proses ionisasi atom alkali yang tereksitasi secara elektronik. Dalam rangka memperoleh gelar Ph.D-nya yang akhirnya dia peroleh pada tahun 1965, dia memulai penelitian dalam kajian scattering ion molekul reaktif dengan menggunakan teknik ion beam melalui pengukuran distribusi energi dan angular. Selama setahun, dia membuat peralatan scatering untuk menghasilkan pemetaan kontur distribusi produk yang lengkap untuk reaksi

N2+ + H2 –> N2H+ + H.

Pada bulan Pebruari 1967, dia bergabung dengan Profesor Dudley Herschbach di Harvard University sebagai mahasiswa penerima beasiswa postdoctoral untuk melakukan penelitian dalam mempelajari reaksi atom hidrogen dan molekul alkali diatomik dan membuat peralatan universal crossed molecular beams. Satu tahun kemudian, dia mendapatkan posisi sebagai asisten profeesor di Department of Chemistry and the James Franck Institute, University of Chicago. Dia kemudian dipromosikan menjadi associate professor pada tahun 1971 dan profesor pada tahun 1973. Pada tahun 1974, dia kembali ke University of California di Berkeley sebagai profesor kimia dan sebagai principal investigator di Lawrence Berkeley Laboratory, University of California. Dia memperoleh kewarganegaraan Amerika pada tahun yang sama. Pada tahun 1994, dia menjadi Presiden Academia Sinica di taiwan. Dia mengundurkan diri pada bulan oktober 2006 dan berencana untuk melakukan penelitian di Institute of Atomic and Molecular Sciences dan Genomics Research Center, keduanya di Academia Sinica.

Dia melakukan penelitian mengenai dinamika reaksi, proses fotokimia dan spektroskopi molekuler. Kontribusinya termasuk elusidasi berbagai proses fotokimia sebagai bagian dari penentuan struktur dari berbagai kluster molekuler yang terprotonasi dengan menggunakan spektra infra merah. Salah satu peralatan yang digunakannya adalah Molecular Beam System.

Pada tahun 1986, dia berbagi Nobel Prize di bidang kimia dengan Dudley R. Herschbach dan John C. Polanyi untuk kontribusi mereka mengenai proses elementer dinamika zat kimia. Dia memperoleh 32 gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas di seluruh dunia. Pada tahun 1969-1971, dia memperoleh beasiswa Alfred P. Sloan dan penerima Camille and Henry Dreyfus Foundation Teacher Scholar Grant (1971-1974). Dia memperoleh gelar profesor kehormatan dari Institute of Chemistry, Chinese Academy of Science, Beijing, China, 1980, Fudan University, Shanghai, China, 1980, and Chinese University of Science and Technology, Hofei, Anhuei, China, 1986.

Lee dan istrinya, Bernice Wu, keduanya bertemu untuk pertama kali pada saat mengikuti pendidikan di sekolah dasar, memiliki dua orang putra dan seorang putri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar